China mengatakan pengeboran kilang minyak di Laut China Selatan tetap berlanjut, walaupun kerusuhan anti-China terjadi di Vietnam.
Pemimpin militer Fang Fenghui mengatakan Beijing "tidak bisa kehilangan satu inci pun" dari wilayahnya. Dia menyalahkan Hanoi karena menyebabkan kekacauan di wilayah tersebut.
"Sangat jelas......siapa yang melakukan aktivitas normal dan siapa yang menganggunya," kata Jenderal Fang, Kepala Staf Umum Tentara Pembebasan Rakyat, dalam kunjungan ke Washington DC.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun Departemen Luar Negeri AS meminta seluruh pihak untuk menghindari aksi kekerasan.
Seorang pekerja China tewas dalam sebuah serangan di pabrik baja di Vietnam pada Rabu (14/05) lalu.
Hampir 150 orang terluka dalam protes di pabrik milik warga Taiwan di Provinsi Ha Tinh.
Selasa (13/05) lalu, dan ratusan orang diserang di kawasan industri Provinsi Binh Duong. Tidak dilaporkan adanya kerusakan.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengecam aksi kekerasan dalam percakapan melalui telepon dengan Wakil Perdana Menteri Vietnam Pham Binh Minh, seperti diberitakan kantor berita China .
Wang juga meminta Hanoi untuk memastikan keselamatan jiwa dan properti milik warga dan perusahaan China di Vietnam.
Pembicaraan antara kedua negara juga akan dilakukan menyusul kedatangan delegasi China ke Vietnam.
Pengeboran minyak milik China, Haiyang Shiyou 981, dibangun di dekat Kepulauan Paracel di perairan Laut China Selatan yang menjadi sengketa antara Vietnam dan China.
Di kawasan tersebut, kapal-kapal milik dan sempat memicu ketegangan. (nwk/nwk)











































