Kantor berita Sana mengutip polisi yang mengatakan empat tembakan meriam diarahkan ke kawasan pemukiman Syiah di kota tersebut. Dua di antaranya menghantam Institut Teknologi Badr al-Din al-Hussein.
Serangan ini terjadi sehari setelah Presiden Bashar al-Assad secara resmi mendaftarkan diri sebagai calon untuk pemilihan presiden yang akan berlangsung pada 3 Juni mendatang.
Walau belum ada pernyataan dari kelompok pemberontak, ibukota Damaskus bukan pertama kali menjadi sasaran serangan meraka.
PBB dan negara-negara Barat mengecam pemilihan presiden di tengah-tengah berlanjutnya kekerasan di negara itu antara pasukan pemerintah dan kelompok perlawanan.
Pemerintah dan media propemerintah sering menggunakan istilah "teroris" untuk pihak-pihak yang ingin menggulingkan Presiden al-Assad.
Konflik selama tiga tahun lebih di negara ini sudah menewaskan lebih dari 100.000 orang dan dua juta warga mengungsi ke negara-negara tetangga dan sekitar enam juta lebih menjadi pengungsi di dalam negeri.
Tujuh organisasi kemanusiaan -seperti Amnesty International, Human Rights Watch, dan Oxfam- di Suriah sebagai yang terbesar sepanjang masa.
(nwk/nwk)











































