Anak-anak di keluarga Islam yang menghadapi risiko diradikalkan oleh orang tuanya sebaiknya diambil untuk dibina oleh negara, seperti disarankan Wali Kota London, Boris Johnson.
Dalam tulisannya di salah satu koran nasional Inggris, Daily Telegraph, Johnson mengatakan anak-anak yang mengalami radikalisasi itu merupakan korban pelecehan.
Oleh karena itu, tambahnya, mereka harus diambil dari keluarganya untuk mencegahnya menjadi berpotensi pembunuh atau pengebom bunuh diri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menambanhkan diperkukan penegasan yang lebih kuat dan jelas dalam pemahaman atas nilai-nilai Inggris.
Johnson juga memperingatkan bahwa beberapa kaum muda diajarkan hal yang gila yang sama dengan pandangan yang dimiliki oleh dua pria yang membunuh seorang tentara Inggris, Lee Rigby, di jalanan London tenggara akhir Mei lalu.
"Saya diberitahu bahwa setidaknya dalam satu kasus adik dari seorang terpidana teroris berada dalam arah menjadi radikal dan tidak jelas apakah undang-undang bisa mendukung campur tangan."
"Itu hal yang tidak bisa diterima. Undang-undang mestinya secara jelas memperlakukan radikalisasi sebagai pelecehan anak," tambahnya.
Saat ini ada, menurut Johnson, ada kecenderungan dinas sosial Inggris enggan untuk campur tangan walaupun sudah ada bukti-bukti dari kepolisian.
(bbc/bbc)











































