Sedikitnya dua ratus orang terluka akibat kerusuhan di sejumlah kota di Bosnia-Herzegovina yang diwarnai aksi pembakaran gedung-gedung pemerintah, demikian pejabat Bosnia mengatakan.
Di ibukota Sarajevo, Jumat (07/02), polisi menggunakan peluru karet dan meriam air untuk mengusir ribuan demonstran yang membakar kantor pemerintah daerah dan berusaha menyerbu gedung kepresidenan.
Asap hitam terlihat berasal dari gedung kepresidenan di Sarajevo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemadam kebakaran tidak dapat mencapai gedung yang terbakar, demikian laporan itu menyebutkan. Sebanyak 13 tim pemadam kebakaran telah dikerahkan untuk memadamkan api.
Kerusuhan yang diduga dilatari persoalan kelangkaan lapangan pekerjaan di Bosnia dan korupsi ini merupakan yang terburuk sejak akhir perang Bosnia dua dekade lalu.
"Orang-orang protes karena mereka lapar, karena mereka tidak memiliki pekerjaan. Kami menuntut pemerintah mengundurkan diri," kata Nihad Karac, seorang pekerja konstruksi, kepada kantor berita AFP.
Aksi protes dimulai dari kota Tuzla yang menyebabkan sedikitnya 130 orang terluka, awal pekan ini, dan menyebar dengan cepat ke daerah lainnya, menyusul penutupan sejumlah pabrik.
(bbc/bbc)











































