Pemerintah Sri Lanka akan memulai sensus jumlah korban yang tewas dalam perang saudara selama 26 tahun di negara itu.
Sensus juga akan mengumpulkan informasi tentang orang yang masih hilang dan kerusakan atas harta milik warga sejak 1983 hingga 2009.
Langkah ini ditempuh setelah meningkatnya tekanan internasional terkait dugaan tingginya korban sipili yang tewas pada masa-masa akhir konflik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah keluarga korban dan pegiat juga menggelar aksi unjuk rasa menyambut kedatangan para pemimpin Persemakmuran.
Tentara Sri Lanka berhasil mengalahkan perlawanan Harimau Tamil pada Mei 2009 dan pada masa-masa akhir konflik tentara pemerintah melancarkan serangan besar-besaran yang diduga menyebabkan jatuhnya korban sipil secara massal.
Pemerintah juga dituduh melakukan pelanggaran hak asasi atas mantan para pendukung Harimau Tamil.
Tuduhan itu dibantah Presiden Mahinda Rajapakse, yang juga menegaskan bahwa mereka kini sedang berada di jalur rekonsiliasi.
Sebanyak 16.000 petugas akan berkunjung ke rumah-rumah warga yang terkena dampak perang saudara dan sensus diperkirakan selesai dalam waktu enam bulan.
(bbc/bbc)











































