DetikNews
Senin 04 November 2013, 15:52 WIB

Keluarga Inggris Kurangi Makanan Segar

- detikNews
Indonesia - BBC - Resesi di Inggris berdampak pada kualitas makanan anak-anak dari keluarga muda.

Studi di Inggris mengungkapkan keluarga muda di negara tersebut mengurangi belanja sayuran dan buah segar dan beralih kepada makanan yang memiliki kandungan gizi rendah.

Kenaikan harga yang tidak diikuti penambahan gaji menyebabkan warga lebih sedikit membeli makanan dan memilih untuk membeli produk yang paling murah.

Institut Studi Fiskal mengatakan para pesiunan, orangtua tunggal dan keluarganya memiliki penurunan jumlah kualitas nutrisi yang terbanyak.

Organisasi Childrens Food Trust mengatakan peralihan kepada makanan olahan \\\"sangat mengkhawatirkan\\\".

Menurut laporan penulis menggunakan data belanja makanan dari 15.850 di Inggris, dari 2005 ke 2012, yang memungkinkan mereka untuk menganalisa dampak dari pengeluaran selama resesi.

Mereka menemukan bahwa rumah tangga menghabiskan 8,5% lebih sedikit anggaran untuk belanja makanan karena penghasilan mereka tak dapat mengimbangi kenaikan harga barang.

Masyarakat juga beralih dari membeli makanan segar seperti buah dan sayuran ke makanan olahan yang mengandung banyak kalori, yang memiliki kandungan lemak dan gula.

Harga makanan naik 33% antara 2007 dan 2013, seperti disebutkan dalam data resmi pemerintah. Harga mentega, daging dan buah naik lebih dari rata-rata, sementara makanan olahan naik 28%.


Dampaknya terhadap anak-anak<\/h2>Para peneliti IFS menemukan bahwa keluarga pensiunan, orangtua tunggal dan keluarga dengan anak-anak terkena dampak penurunan kualitas nutrisi.

Para pensiunan cenderung meningkatkan belanja makanan berlemak sementara rumah tangga yang memiliki anak-anak memilih produk dengan kandungan gula tinggi.

Ekonom dari IFS Kate Smith, salah satu dari penulis laporan, mengatakan :\\\"Selama resesi rumah tangga merespon tingginya harga makanan dan tidak naiknya penghasilan dengan beralih ke makanan yang rendah kalori.

\\\"Ini akan menurunkan kualitas makanan, dengan beralih dari buah-buahan dan sayuran segar ke makanan olahan. Kesimpulannya, kandungan lemak dan gula dalam makanan olahan meningkat di periode ini.\\\"

Kepala Eksekutif Childrens Food Trust Linda Cregan mengatakan:\\\"memberi makan anak-anak dengan baik sangat penting bagi kesehatan mereka di masa depan - data ini menunjukan bagaimana beratnya kondisi banyak keluarga dalam beberapa tahun terakhir ini.

\\\"Sejumlah tren dalam laporan ini sangat mengkhawatirkan - kita harus memastikan anak-anak makan makanan yang rendah lemak, garam dan gula, tak lebih\\\".





(bbc/bbc)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed