
Wal-Mart mengatakan "senang" telah menyelesaikan penyelidikan yang telah berlangsung hampir satu dekade ini.
Toko ritel Wal-Mart setuju untuk membayar denda sebesar US$82 juta (sekitar Rp834 miliar) setelah dinyatakan bersalah membuang limbah berbahaya di California dan Missouri, Amerika Serikat.
Toko ini mengakui telah melanggar peraturan tentang lingkungan setelah secara ilegal membuang limbah berupa pupuk, pestisida dan bahan pemutih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada tahun 2010 perusahaan ini juga pernah didenda sebesar US$29 juta atas kesalahan yang serupa di kedua negara bagian itu.
"Dengan penanganan limbah berbahaya, pestisida dan bahan-bahan lain secara tidak tepat dan menyalahi undang-undang negara bagian, Wal-Mart telah membawa risiko bagi publik dan lingkungan dan mengeruk keuntungan ekonomi secara tidak adil," kata Ignacia Moreno, asisten jaksa umum dari Departemen Keadilan Divisi Lingkungan dan Sumber Daya Alam.
"Senang"
Wal-Mart dinyatakan bersalah atas enam tuduhan pelanggaran Undang-Undang Air Bersih di California antara tahun 2003 hingga 2005 dengan secara ilegal membuang produk berbahaya di toko-tokonya.
Perusahaan ini juga dinyatakan bersalah di Missouri karena melanggar Undang-Undang Federal mengenai Insektisida, Fungisida dan Rodentisida (FIFRA) karena tidak dengan tepat menangani pestisida yang dikembalikan konsumennya, kata Departemen Keadilan dalam sebuah pernyataan.
Wal-Mart mengatakan "senang" telah memecahkan masalah ini.
"Insiden yang kejadiannya terjadi beberapa tahun lalu ini melibatkan transportasi dan sistem pembuangan produk konsumen secara umum," kata perusahaan ini dalam sebuah pernyataan.
"Tidak ada dampak lingkungan tertentu seperti yang telah dituduhkan dan sejak itu Wal-Mart telah merancang dan menerapkan program lingkungan yang komprehensif dan dilaksanakan sampai sekarang."
Wal-Mart mengatakan mereka telah mengurangi limbah berbahaya sebanyak lebih dari 30% sejak tahun 2010 ketika perusahaan ini merombak program kepatuhan atas penanganan limbah berbahaya mereka.











































