detikNews
Kamis 11 April 2013, 13:35 WIB

Madonna Dituduh Intimidasi Pejabat Negara Malawi

- detikNews
Indonesia - BBC - Malawi menuduh Madonna \"mengintimidasi pejabat negara\" setelah ia dilaporkan mengeluh tentang perlakuan yang didapatnya di negara itu.

Madonna yang mengadopsi dua anak Malawi, baru-baru ini mengunjungi sejumlah sekolah yang sebagian pendanaannya ia bantu.

Pemerintah Malawi mengatakan penyanyi AS itu merasa layak mendapat perlakuan lebih baik dari pengunjung selebriti lainnya.

Madonna juga dituduh membesar-besarkan kontribusinya dan bahwa ia sebaiknya berkonsentrasi ke musik saja.

Madonna konon marah saat ia dan rombongannya tidak mendapat status VIP saat meninggalkan negara itu, seperti dilaporkan surat kabar Inggris Daily Telegraph.

Mereka harus mengantre bersama para penumpang lain di bandara dan digeledah oleh petugas keamanan.

Perubahan status itu dilaporkan sebagai akibat dari kemarahan publik akan kerja amalnya di Malawi.

Sebuah pernyataan dengan kata-kata keras dari kantor Presiden Joyce Banda hari Rabu mengecam Madonna, dengan mengatakan ia ingin Malawi \"selamanya terbelenggu hutang budi.\"

\"Madonna memang musisi internasional yang terkenal. Tapi itu tidak membuat pemerintah negara mana pun yang ia datangi, termasuk Malawi, untuk memberinya sambutan kenegaraan. Perlakuan seperti itu, bahkan jika ia layak mendapatkannya, adalah sebuah kebijaksanaan dan bukan kewajiban,\" kata pernyataan tersebut.

Ia juga dituduh sebagai seorang \"musisi yang sangat merasa harus mendapat pengakuan dengan mengintimidasi pejabat negara dan bukannya bermusik di panggung.\"

Pernyataan itu masih ditambah dengan, \"Diantara banyak hal yang harus dipelajari Madonna adalah pentingnya berkata jujur.

\"Baginya menceritakan kepada seluruh dunia bahwa ia membangun sekolah di Malawi ketika sebenarnya ia hanya menyumbang untuk pembangunan ruang kelas tidak sebanding dengan sikap seseorang yang berpikir ia layak mendapatkan penghormatan negara.\"

Hingga saat ini pihak Madonna belum bereaksi terhadap pernyataan itu.





(bbc/bbc)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com