Juru bicara departemen polisi New York mengatakan, Senin (26/11) menjadi hari bebas pertumpahan darah selama 24 jam, atau yang pertama dalam sejarah.
Tidak ada satu kasus pembunuhan, penembakan, penusukan atau insiden kekerasan lainnya yang dilaporkan sepanjang hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hanya beberapa bulan lalu, warga yang tinggal di kota ini dalam laporan tabloid disebut menjalani musim panas berdarah.
Taktik pencegahan
Meski ada penurunan kasus pembunuhan, angka statistik menunjukkan adanya peningkatan 3% dalam kriminilitas secara keseluruhan.Kasus pencurian juga mengalami peningkatan sebesar 9%, yang oleh polisi disebut kebanyakan pencuri mengincar telepon pintar.
Tetapi angka pembunuhan turun 23% dibandingkan tahun lalu, yang menggambarkan angka terendah dalam 50 tahun.
Sepanjang tahun ini ada 366 kasus pembunuhan di New York City, dibandingkan 472 kasus pada periode yang sama tahun lalu.
Para ahli mengatakan penurunan angka kasus pembunuhan ini sangat tidak biasa bagi kota di AS berpenduduk delapan juta jiwa tersebut.
Angka ini semakin dianggap luar biasa dibandingkan kota lainnya seperti Chicago, Illinois yang dikuasai geng kriminal yang mencatat 462 kasus pembunuhan dengan populasi penduduk sekitar 2,7 juta jiwa.
Sedangkan di Philadelphia dengan jumlah penduduk 1,5 juta jiwa terdapat 301 kasus pembunuhan di tahun 2012.
Sejumlah pengamat memuji taktik pencegahan yang dilakukan departemen polisi New York, yang mereka sebut sebagai kebijakan Hentikan Dan Geledah, yang berhasil menyita lusinan senjata ilegal.
Tetapi bukan berarti kebijakan ini terhindar dari kritik. Pengamat menyoroti sikap kepolisian yang melakukan penggeledahan terhadap ribuan kaum muda kulit hitam dan keturunan Latin tanpa ada sebab.
(bbc/bbc)











































