Kembaran Obama Berharap Barry Menang Pilpres AS

Kembaran Obama Berharap Barry Menang Pilpres AS

- detikNews
Selasa, 06 Nov 2012 17:24 WIB
Indonesia - BBC - obama double


Ilham Anas berharap Barack Obama kembali terpilih

Amerika Serikat punya Barack Obama, Indonesia pun punya 'kembaran'-nya yaitu Ilham Anas.

Wartawan sebuah majalah remaja ini mulai dikenal publik sekitar empat tahun lalu saat Obama mencalonkan diri sebagai presiden AS untuk pertama kalinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Demam Obama yang melanda Indonesia pada 2008 menjadi jalan pembuka berbagai peluang untuk Ilham.

Barack Obama menghabiskan empat tahun di Jakarta mengikuti ibunya Ann Dunham yang menikahi pria Indonesia Lolo Soetoro.

Obama kecil yang disapa dengan panggilan Barry tinggal di Menteng dan bersekolah di SDN 01 Menteng.

Catatan masa kecil itu menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara spesial bagi Obama yang ia utarakan dalam buku Audacity of Hope.

Hal itu pula yang membuat sebagian rakyat Indonesia merasa memiliki keterkaitan dengan Barry dan memberinya sambutan hangat saat ia pulang kampung ke Jakarta pada 2010.

Ilham mengatakan ia bersyukur dikaruniai fisik mirip Obama.

Selain diminta tampil di berbagai acara ia pun menjadi bintang iklan sejumlah produk.

"Alhamdulillah, ini rezeki. Saya tidak melakukan apa-apa, sekedar mirip saja dan saya bersyukur," kata Ilham.


Menyamar



Ilham Anas


Ilham menjadi bintang iklan berbagai produk

Namun memiliki fisik mirip Obama tidak selalu menguntungkan. Kerap ia harus menyamar saat melakukan tugas jurnalistiknya.

"Saya seringkali harus menyamar dengan mengenakan kacamata hitam atau topi, untuk mencegah pekerjaan saya terganggu karena ada saja yang meminta foto bareng," kata dia.

Namun jika sedang bebas tugas, ia menyikapi hal itu dengan santai apalagi karena bukan hanya di Indonesia orang mememanggilnya dengan Obama.

"Waktu saya ditugaskan ke AS, saya khawatir dengan proses pengurusan visa karena Kedutaan AS kan terkenal seram, jadi dari jam 04.00 saya sudah antre di depan gedung dan masih pontang panting mengurus dokumen-dokumen.

"Tetapi begitu saya di dalam, kesan seramnya hilang. Petugas yang ada di loket visa tertawa melihat saya dan memanggil teman-temannya, dan mereka memanggil saya Presiden Obama, dan itu lucu sekali," kata Ilham.

Setiba di AS, kejadian-kejadian mengesankan tak henti dialaminya.

"Usai bekerja, saya dan teman-teman jalan-jalan ke mal dengan mengenakan setelan jas, di mal orang teriak-teriak heboh dan minta foto bersama, di lift banyak yang mengajak bersalaman, ternyata di sana pun saya dianggap mirip Obama," kata dia.


Harapan untuk Obama



Ada mitos bahwa negara-negara adidaya seperti Amerika Serikat selalu menyimpan orang-orang yang mirip dengan presiden untuk dijadikan sebagai pengalih perhatian atau kerap disebut body double.

Ilham mengaku ia juga pernah didekati pihak-pihak tertentu untuk tujuan tersebut.

"Walau tidak berbicara secara langsung tapi arahnya ke sana dan saya tidak mau karena itu bukan cita-cita saya... Lagi pula risikonya mati, ngapain coba, uang banyak tapi mati, buat apa?"

Tidak lama lagi rakyat AS akan menentukan pilihan siapa di antara Barack Obama dan Mitt Romney untuk memimpin negara itu empat tahun mendatang.

Berbagai jajak pendapat menunjukkan bahwa siapa pun pemenang pemilu, selisih suara yang diraih akan sangat tipis.

Ilham lantas mengutarakan harapannya agar Obama dapat terpilih kembali dan ia menitipkan pesan untuk sang saudara.

"Saya berharap Mr President bisa menjabat untuk kedua kalinya karena kami warga Indonesia merasa bersaudara dengan anda dan kalau ke Indonesia lagi saya ingin foto bareng," kata Ilham di penghujung wawancara.


(bbc/bbc)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads