Langkah itu diambil setelah pemerintah baru Belanda memberikan kebebasan pada pada pemda setempat untuk menerapkan atau tidak larangan penggunaan ganja untuk turis asing.
Walikota Amsterdam berhard van der Laan mengatakan melarang penjualan ganja pada warga negara asing dapat memicu kejahatan lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Satu koma lima juta turis itu tidak akan mengatakan baiklah kami tidak akan mengisap mariyuana lagi, mereka akan mencari ganja ke seluruh penjuru kota," kata Walikota Van der Laan yang sejak awal menolak larangan itu.
"Hal ini akan memicu lebih banyak perampokan, perselisihan mengenai obat palsu, dan tidak ada kontrol kualitas obat yang beredar di pasaran, semua upaya yang telah kita lakukan akan hilang."
Pariwisata terancam
Amsterdam juga sangat mengandalkan devisa dari pariwisata dan pengguna ganja merupakan sepertiga dari total pengunjung yang datang ke kota itu.Berdasarkan undang-undang yang diperkenalkan oleh pemerintah konservatif Belanda dulu, larangan nasional penggunaan ganja untuk turis akan mulai diberlakukan akhir tahun ini.
Larangan itu bertujuan untuk mengurangi penggunaan ganja dan mencegah pedagang ganja beroperasi di Belanda, serta mencegah mereka membeli ganja untuk dijual ke luar negeri.
Langkah itu ditentang oleh para pemilik kafe yang merasa hal itu tidak adil serta memperingatkan bahwa 90% dari pendapatan mereka berasal dari turis asing.
Saat ini diperkirakan ada 700 kafe yang menjual ganja di Belanda.
Meski penggunaan ganja tidak sepenuhnya legal, penggunaannya ditoleransi dan pada 1970an hukum mengizinkan warga negara Belanda memiliki ganja dalam jumlah kecil.
(bbc/bbc)











































