Cedera karena Layang Gantung, Putin Batalkan Kegiatan

Cedera karena Layang Gantung, Putin Batalkan Kegiatan

BBCIndonesia.com - detikNews
Kamis, 01 Nov 2012 18:07 WIB
Indonesia - BBC - Vladimir Putin

Vladimir Putin dilaporkan mengalami cedera ketika terbang dengan pesawat layang gantung.

Presiden Rusia Vladimir Putin membatalkan serangkaian kegiatan di dalam negeri dan luar negeri hingga bulan Desember di tengah spekulasi mengenai kondisi kesehatannya.

Para pejabat Kremlin mengukuhkan bahwa Putin mengalami urat tertarik tetapi kondisi tersebut tidak mempengaruhi tugasnya.

"Ya memang uratnya tertarik. Ini terjadi sebelum pertemuan puncak di Vladivostok. Dan dia merasakan sakit pada saat itu. Kita tidak pernah menyembunyikan hal ini," kata seorang juru bicara presiden, Dmitriy Peskov seperti dilaporkan kantor berita Rusia Interfax pada Kamis, 1 November.

"Setiap olahragawan mengalami banyak cedera tetapi ini tidak sampai membatasi kegiatan mereka," lanjut Peskov.

Dmitriy Peskov mengatakan jadwal kegiatan presiden akan disusun berdasarkan kesiapan presiden.

Dalam acara wawancara televisi baru-baru ini, Putin terlihat berjalan tertatih-tatih.

Negara-negara bekas Soviet

Media Rusia melaporkan Putin mengalami cedera tulang belakang ketika melakukan penerbangan dengan pesawat layang gantung.

Menurut media di Rusia, presiden menjalani perawatan karena cedera tersebut dan dokter menyarankan agar Putin tidak melakukan perjalanan jauh dengan pesawat terbang karena berpotensi memperburuk kondisinya.

Surat kabar Vedomosti melaporkan Putin membatalkan kunjungan ke Siberia pada bulan Oktober untuk meresmikan ladang gas Bovanenkovo.

Namun Putin meresmikan ladang pada 23 Oktober dengan menekan tombol dari jarak jauh di Moskow.

Pertemuan puncak pemimpin negara-negara bekas Uni Soviet yang direncanakan diadakan di Turkmenistan ditunda hingga Desember setelah Putin mengisyaratkan tidak akan bisa hadir pada November.

Berdasarkan laporan-laporan media Rusia, Putin juga membatalkan lawatan ke Bulgaria, India dan Turki pada November dan selanjutnya direncanakan akan melakukan kunjungan pada Desember.

(bbc/bbc)



Berita Terkait