
Sudah 38 tentara tewas selama Australia mengirim pasukan ke Afghanistan.
Perdana Menteri Australia Julia Gillard melakukan kunjungan diam-diam ke Afghanistan untuk meminta jaminan dari sejawatnya, Presiden Hamid Karzai, bahwa semua upaya untuk mencegah terulangnya kasus serangan orang dalam akan ditempuh.
PM Gillard bertemu Presiden Karzai hari Minggu (14/10) di Kabul dan kemudian menemui pasukan Australia dalam sebuah acara barbecue di pangkalan mereka di Tarin Kowt.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
NATO belum berhasil meredakan aksi semacam ini dimana beberapa bulan terakhir serangan makin sering terjadi.
"Saya sampaikan pada Presiden Karzai kekhawatiran kita tentang serangan orang dalam ini dan saya minta jaminan apa pun yang bisa dilakukan akan dilakukan," kata PM Gillard kepada wartawan.
"Beliau mengatakan beberapa langkah yang telah diambil oleh tentara Afghanistan terkait hal ini. Saya juga membicarakan hal yang sama dengan Gubernur Provinsi Uruzgan dimana para tentara kita bertugas."
Pada tanggal 30 Agustus lalu, pasukan Australia mengalami hari terburuknya dalam sejarah peperangan sejak Perang Vietnam dimana lima tentara tewas akibat serangan dalam dua insiden terpisah di Afghanistan.
Termasuk dalam kejadian itu adalah tewasnya tiga tentara akibat serangan orang dalam yang dilakukan seorang prajurit Afghanistan. Akibatnya sejak diterjunkan ke negeri itu, sudah 38 nyawa tentara Australia hilang dalam konflik setempat.
Menurut kantor berita AFP, Australia mulai mengirim pasukan ke Afghanistan sejak 2001 dan telah mengumumkan tahun ini akan segera menarik pasukan dari sana tahun depan, lebih awal dari rencana semula karena dianggap telah banyak boleh kemajuan dalam menegakkan keamanan di negeri itu.
PM Gillard mengunjungi Afghanistan setelah sebelumnya hadir dalam upacara peringatan tragedi Bom Bali di Indonesia, yang pada tahun 2002 menelan korban 88 jiwa warganya.
(bbc/bbc)











































