Produser Film Anti-Islam Ditahan

Produser Film Anti-Islam Ditahan

BBCIndonesia.com - detikNews
Jumat, 28 Sep 2012 16:13 WIB
Indonesia - BBC -

Nakoula ditangkap karena melanggar masa percobaan dalam kasus penipuan.

Seorang lelaki yang diduga sebagai produser film anti-Islam ditahan di Los Angeles, California.

Nakoula Basseley Nakoula, 55, saat ini tengah dalam penyelidikan karena melanggar persyaratan masa percobaan setelah dia dibebaskan dari penjara tahun 2011 dalam kasus penipuan bank.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nakoula sendiri tidak ditahan terkait pembuatan video yang memicu kerusuhan di sejumlah negara muslim dan mengakibat sejumlah korban tewas.

Tetapi catatan pengadilan mengatakan dia dilarang untuk mengakses internet atau menggunakan nama palsu tanpa ijin dari petugas.

Seperti yang diberitakan sebelumnya Nakoula menggunakan nama palsu untuk mengunggah film kontroversi tersebut ke YouTube.

Kantor kejaksaan AS di Los Angeles mengkonfirmasikan bahwa Nakoula telah ditahan Kamis (27/09).

"Nakoula ditangkap berdasarkan tuduhan yang dibuat oleh Kantor Percobaan bahwa ia telah melanggar ketentuan masa percobaanya yang sepenuhnya diawasi, kata juru bicara Kejaksaan Los Angeles, Thom Mrozek.

Sebelumnya, pemerintahan Obama telah meminta Google selaku perusahaan pemilik situs berbagi video YouTube, untuk menghapus cuplikan film Innocence of Muslims. Tetapi perusahaan itu menolaknya dengan alasan film tersebut tidak melanggar peraturan mereka.

Amandemen pertama

AS menjadi sasaran kemarahan umat Islam terkait film yang menghina Nabi Muhammad.

Nakoula, yang diduga memproduksi cuplikan 14 menit film Innocence of Muslims, awalnya dijadwalkan untuk hadir dalam sidang jaminan pada Kamis sore.

Dia ditangkap di tempat persembunyiannya setelah mendapatkan ancaman karena memproduksi film anti-Islam.

Dalam film amatir yang dibuat di AS dan disulih suara dengan bahasa Arab tersebut, menyebabkan kemarahan di negara-negara Muslim karena dianggap menghina Nabi Muhammad.

Tetapi film ini tidak melanggar hukum di AS, dimana kebebasan berbicara diatur dalam amandemen pertama konstitusi.

Cuplikan film ini diunggah di YouTube pada bulan Juli, tetapi kekerasan terkait video ini baru menyebar bulan September.

Empat warga Amerika, termasuk Duta Besar AS Chris Stephens, tewas dalam sebuah serangan di konsulat AS di Benghazi, Libia awal bulan ini.

Sementara itu, sejumlah pemeran dalam video ini mengaku bahwa mereka telah ditipu.

Mereka mengaku dikontrak dalam sebuah film dengan judul Desert Warriors, yang sama sekali tidak menyebutkan Islam atau Nabi Muhammad dalam skenarionya.

Hingga saat ini aksi demonstrasi masih berlangsung di sejumlah negara dengan mengarah ke kantor perwakilan AS di seluruh dunia.

(bbc/bbc)



Berita Terkait