
Hakim belum memutuskan hukuman atas detektif yang memalsukan laporan.
Seorang detektif di Kepolisian Inggris yang memiliki keahlian dalam kasus pemerkosaan mengaku bersalah telah memalsukan laporan polisi.
Ryan Coleman-Farrow mengaku dakwaan atas 13 perilaku melanggar kode etik dalam pengadilan di Southwark, London, Rabu 12 September.
Selain itu, Coleman-Farrow memalsukan catatan dari Kantor Kejaksaaan Inggris yang sebenarnya tidak pernah mendapat laporan atas kasus-kasus tersebut.
Dalam laporan yang dipalsukan itu, seolah-olah kejaksaan sudah memberi saran agar kasus-kasus itu tidak diteruskan.
Belum dihukum
Salah satu laporan tentang pemerkosaan yang dipalsukan menyebutkan bahwa korban mencabut dukungan agar kasusnya diteruskan sementara sebuah laporan forensik menyimpulkan hasil negatif padahal tidak pernah dilakukan uji forensik.
Pelanggaran yang dilakukannya itu terjadi pada periode Januari 2007 hingga September 2010.
Saat itu dia sedang bertugas di wilayah Kingston-upon-Thames, di pinggiran London, sebagai perwira ahli di satuan khusus Sapphire, yang khusus menangani kasus-kasus pemerkosaan dan kekerasan seksual.
Dakwaan 13 pelanggaran kode etik yang diakui Coleman-Farrow tersebut berkaitan dengan 10 kasus pemerkosaan dan tiga kasus kekerasan seksual.
Di pengadilan terungkap bahwa dia tidak membawa bukti-bukti untuk dianalisa maupun mencatat pernyataan resmi dari para saksi sehubungan dengan kasus bersangkutan sehingga tidak ada lagi tindakan hukum yang bisa diambil saat ini.
Hakim belum menjatuhkan hukuman atas Coleman-Farrow -yang bebas dengan jaminan- dan akan meneruskan sidang pada tanggal 11 Oktober.
(bbc/bbc)











































