Warga Meksiko Protes Pemenang Pemilu Presiden

Warga Meksiko Protes Pemenang Pemilu Presiden

BBCIndonesia.com - detikNews
Minggu, 08 Jul 2012 10:12 WIB
Indonesia - BBC -

Demo pilpres Meksiko

Ribuan orang warga Meksiko menduga terjadi pembelian suara dalam pemilu presiden lalu.

Puluhan ribu orang memadati jalan-jalan utama Meksiko City untuk berunjuk rasa menentang hasil pemilihan presiden yang dimenangkan Enrique Pena Nieto.

Para pengunjuk rasa yang tidak terkait dengan partai politik tertentu mengatakan hasil pemilihan presiden itu tidak adil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka menuding partai PRI yang mengusung Pena Nieto berlaku curang dengan membeli suara, seperti bunyi salah satu spanduk "Tak ada lagi penipuan!".

Pemenang kedua Andres Manuel Lopez Obrador berpendapat sama dengan para pengunjuk rasa. Dia bahkan berencana mengajukan gugatan hukum terhadap kemenangan Nieto.

Dia menegaskan akan membuktikan bahwa Pena Nieto menggunakan uang yang digunakan untuk membeli suara dalam pemilihan presiden 1 Juli lalu.

Enam tahun lalu, setelah kalah dengan selisih suara sangat tipis dalam pemilihan presiden, Andres Manuel Lopez Obrador yang berhaluan kiri menggelar aksi protes yang mengganggu kegiatan pusat kota Meksiko City.

Tolak tuduhan

Sementara itu Pena Nieto yang memenangkan pemilihan presiden dengan tegas menolak semua tuduhan tersebut terkait kecurangan itu.

Setelah penghitungan suara dilakukan Pena Nieto dipastikan memenangkan pemilu presiden dengan meraup 38.21% suara sementara Lopez Obrador meraih 31,59%.

Wartawan BBC di Meksiko City Will Grant melaporkan banyak kalangan, tak hanya dari sayap kiri, yang merasa pemilihan presiden meksiko ini penuh kecurangan.

Akibat dugaan kecurangan ini kandidat Partai Revolusi Demokrasi mengatakan pemilihan presiden itu cacat dan akan mengajukan gugatan hukum pkan depan.

Lopez Obrador menuding Partai Instutisi Revolusioner (IRP) pengusung Nietomelakukan politik uang dengan memberikan voucher untuk bebelanja di sebuah supermarket.

Sejumlah video pengakuan beberapa warga yang mendapatkan voucher belanja di sebuah jaringan pasar swalayan dari PRI

(bbc/bbc)



Berita Terkait