
Wayne Rooney belum menghapus kicauannya di Twitter
Pengawas periklanan Inggris melarang kampanye Twitter Nike.
Keputusan itu menyusul kicauan (tweet) pesepakbola Manchester United Wayne Rooney dan Jack Wilshere dari Arsenal di akun Twitter mereka, yang dipublikasi atas permintaan produsen alat-alat olahraga tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ini adalah pertama kalinya ASA bertindak atas kampanye berbasis Twitter.
Menurut ASA mereka melakukan intervensi setelah menerima keluhan awal tahun ini tentang dua kicauan, masing-masing dari kicauan kedua pesepakbola tersebut.
Wayne Rooney menulis, "Resolusi saya adalah memulai tahun ini sebagai juara, dan menyelesaikannya sebagai juara...#makeitcount gonike.me/makeitcount".
Jack Wilshere menulis "Pada 2012, saya akan kembali ke klub saya dan siap untuk negara saya gonike.me/Makeitcount".
Rooney memiliki hampir 4,8 juta pengikut di akunnya. Kicauan yang dipublikasikan pada 1 Januari lalu itu belum dihapus.
Sedangkan akun Wilshere dinonaktifkan dua pekan lalu setelah ia mendapat pelecehan tentang satu isu yang tidak terkait. Juru bicara Arsenal mengatakan pemain tengah itu memiliki sekitar 1,3 juta pengikut.
Teritori baru
ASA mengatakan penyebutan Nike di akun Jack Wilshere "tidak penting."
Pelapor mempertanyakan apakah kicauan-kicauan tersebut "secara jelas teridentifikasi" sebagai iklan.
Nike merespon bahwa kehadiran alamat web mereka di samping tagar dengan slogan kampanye iklan mereka membedakan kicauan itu dari kicauan pribadi lain oleh kedua pesepakbola tersebut.
Nike juga mengatakan mereka merupakan sponsor untuk Rooney dan Wilshere.
Tetapi ASA mengatakan elemen-elemen itu tidak membuat kicauan berbayar itu "secara jelas teridentifikasi" sebagai iklan.
Mereka menyarankan di masa depan, perusahaan harus menambahkan #ad atau indikasi jelas lain bahwa sebuah pesan merupakan iklan dan pemilik akun mendapat uang.
"Ini adalah teritori baru bagi kami sebagai regulator," juru bicara ASA Mat Wilson mengatakan pada BBC.
"Orang bereksperimen dan menggunakan Twitter untuk meraih konsumen, tetapi peraturan periklanan yang sama tetap berlaku. Ini adalah proses yang berkesinambungan dan menggambarkan tingkat kepedulian yang harus diambil oleh perusahaan-perusahaan."
(bbc/bbc)











































