
Beberapa kalangan berpendapat safari buaya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Australia sedang mempertimbangkan untuk mengadakan safari perburuan buaya setelah ada permintaan baru dari pemerintah negara bagian Northern Territory.
Menteri Besar Northern Territory, Paul Henderson, mengatakan safari buaya akan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat suku asli Aborigin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski buaya laut tergolong spesis yang dilindungi di Australia, pemerintah Northern Territory berusaha mendapatkan izin safari perburuan buaya selama 10 tahun terakhur.
Paul Henderson mengatakan populasi buaya di kawasan utara banyak.
"Datanglah ke Northern Territory dan tangkaplah buaya. Kalau itu yang ingin dilakukan orang-orang dan mereka siap membayar, saya dukung," kata Henderson.
Kesejahteraan
Pemerintah federal Australia mengatakan akan mempertimbangkan gagasan pemberian izin perburuan buaya. Disebutkan sekitar 50 buaya mungkin diperbolehkan untuk ditembak sebagai bagian dari uji coba safari ini.
Namun sejumlah organisasi yang peduli terhadap kesejahteraan binatang menyatakan gagasan tersebut menjijikan.
Menurut pakar buaya ternama, Adam Britton, gagasan itu mungkin tidak akan bisa diterima masyarakat secara luas dan tidak akan berjalan sesuai dengan harapan pemerintah.
"Saya sekarang berada di Afrika dan buaya memang diburu di beberapa negara Afrika tetapi buaya tidak dianggap sebagai objek perburuan yang paling bagus atau perburuan yang paling berharga karena buaya bukanlah binatang yang mengasyikkan untuk diburu," tuturnya.
Wartawan BBC di Australia, Phil Mercer, melaporkan beberapa kelompok Aborogin mengatakan safari buaya akan mendatangkan pendapatan bagi masyarakat miskin.
Namun sejumlah pemuka suku lainnya menyatakan keprihatinan karena binatang yang mereka anggap sebagai sebuah lambang suku, akan diburu sebagai kegiatan olahraga.
Masyarakat Aborigin menggambarkan lambang ini ke dalam lagu-lagu dan seni batu selama ribuan tahun.
(bbc/bbc)











































