
Meski penangkapan sering dilakukan tetapi aksi kekerasan narkob di Meksiko terus berlanjut.
Militer Meksiko menangkap seorang lelaki yang diduga memerintahkan pembunuhan sadis terhadap 49 orang pekan lalu.
Dalam pembunuhan tersebut mayat di buang di pinggir jalan dekat kota Monterrey di kawasan utara negara bagian Nuevo Leon.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Otoritas mengatakan dia adalah pemimpin lokal kartel narkoba Zetas, yang disebut-sebut meninggalkan pesan ancaman di atas mayat.
Dalam sebuah pernyataan, menteri pertahanan Meksiko mengatakan penahanan berlangsung Jumat lalu di kota Cadereyta, tempat dimana 49 mayat ditemukan 13 Mei silam.
Cadereyta berada di sebuah jalan dari Monterrey ke Reynosa dekat perbatasan dengan Amerika Serikat.
Tetapi informasi penangkapan baru diumumkan ke publik pada hari Minggu.
Kekerasan yang melibatkan antar geng narkoba semakin meningkat di Meksiko sejak Presiden Felipe Calderon menyatakan perang terhadap kartel narkoba enam tahun lalu.
Perang kartel
Otoritas Meksiko menyalahkan aksi pembunuhan sebagai bagian dari konflik geng narkoba - sebuah catatan yang ditinggal di mayat menyatakan bahwa mereka dibunuh oleh kartel Zetas.
Ini menjadi serangkaian pembantaian terbaru di Meksiko utara.
Zetas selama ini diketahui bersaing dengan kartel Gulf dan Sinaloa untuk memperebutkan jalur penyelundupan ke AS.
Petugas keamanan mengatakan mayat yang terdiri dari 43 lelaki dan enam perempuan ini dalam kondisi kepala dan tanganterpenggal sehingga sulit diidentifikasi.
Mereka dibunuh di lokasi berbeda lebih dari dua hari sebelum akhirnya dibuang dengan sebuah truk.
Sekitar 50.000 orang tewas dalam kekerasan di Meksiko sejak 2006, ketika Presiden Felipe Calderon mengirimkan tentara untuk memerangi kartel narkoba.
Dan meski tiga kandidat utama pengganti Calderon dalam pemilihan presiden Juli mendatang menyatakan akan menghentikan kekerasan, tetapi tidak ada satupun yang menawarkan rencana konkret.
(bbc/bbc)











































