Nyonya Lee, 89, bertemu singkat dengan Kim Jong-un untuk menyampaikan langsung ungkapan duka cita atas kematian ayahnya pemimpin Korea Utara, Kim Jong-il.
Seoul menegaskan ini adalah perjalanan pribadi, tidak membawa pesan apapun dari pemerintah
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua negara secara resmi masih dalam ikatan peperangan, dan hanya berdamai dengan dasar perjanjian gencatan senjata.
Wajib melayat
Menurut Kementrian Penyatuan Wilayah Korsel, mantan ibu negara Lee bertemu Kim Jong-un hanya dalam waktu sekitar 10 menit.Delegasi kedua, dipimpin oleh kepala kelompok industri besar Korea Hyundai, Hyun Jung-eun, juga bertemu dengan anak bungsu mendiang Kim Jong-il itu.
Kedua wanita itu punya hubungan erat dengan pihak Utara di masa lalu.
Hyundai adalah salah satu perintis upaya membangun bisnis bersama pihak Utara dan Selatan, sementara suami Nyonya Lee, mendiang Presiden Kim Dae-jung memulai Kebijakan Sinar Mentari, yang akhirnya berhasil membujuk pihak Utara ke meja perundingan.
Nyonya Lee bertemu Kim Jong-il pada Pertemuan puncak yang bersejarah tahun 2000, dan dalam pernyataannya mengatakan dia berharap kunjungan ini akan membantu memperbaiki hubungan dua negara di semenanjung Korea tersebut.
"Sebagaimana Ketua Kim Jong-il mengirim delegasi bela sungkawa ke Seoul saat suami saya meninggal dunia tahun 2009, saya yakin adalah menjadi kewajiban kami untuk melayat (kali ini)," katanya.
Makin diperhitungkan
Menurut media milik pemerintah Kim Jong-un adalah penerus kepemimpinan ayahnya.
Kunjungan kedua perempuan terpandang ini membuat Kim Jong-un makin diperhitungkan.
Koran Rodong Sinmun menulis sosoknya sebagai Ketua Komite Sentral Partai Pekerja, yang berarti sekarang memegang kendali lembaga pembuat keputusan tertinggi di Korut dalam periode peralihan kekuasaan pada dirinya.
Fakta bahwa dua perempuan penting dari Korsel datang dan menemuinya khusus untuk menyampaikan bela sungkawa, menurut wartawan BBC di Seoul, Lucy Williamson, menunjukkan bahwa posisi Kim Jong-un makin diperhitungkan terlepas dari apapun sisi pertemuannya dengan Lee Hee-ho dan Hyun Jung-eun.
Diduga inilah untuk pertama kalinya Jong-un bertemu dengan para tokoh tingkat tinggi Korea Selatan.
Korea Utara mencoba meneruskan upaya melanggengkan satu-satunya keluarga dinasti penguasa negara komunis di dunia.
Kim Jong-il, yang mewarisi kekuasaan dari ayahnya Kim Il-sung tahun 1994, meninggal 17 Desember lalu akibat serangan jantung.
Namun Kim Jong-un yang belum genap 30 tahun dianggap masih terlalu hijau untuk urusan politik dan kekuasaan. Karena itu menurut dugaan pengamat selanjutnya anak Kim Jong-il dari istri ketiga ini akan dikelilingi oleh sejumlah kerabat dan pejabat militer yang sudah senior dalam upaya Pyongyang untuk melanjutkan stabilitas dan cengkeraman mereka pada kekuasaan.
(bbc/bbc)











































