Mantan Presiden Gloria Arroyo Dipindahkan ke RS Militer

Mantan Presiden Gloria Arroyo Dipindahkan ke RS Militer

- detikNews
Jumat, 09 Des 2011 17:16 WIB
Indonesia - BBC - Mantan Presiden Filipina, Gloria Macapagal Arroyo, sedang dipindahkan ke rumah sakit militer untuk penahanan sehubungan dugaan penipuan dalam pemilihan umum.

Pengawalan berlangsung ketat atas iring-iringan kendaraan yang membawa Arroyo dari sebuah rumah sakit swasta, tempat dia mendapat perawatan atas penyakit tulang yang langka yang dideritanya.

Sejak ditangkap tiga pekan lalu dan dirawat di rumah sakit swasta, mantan presiden ini mendapat pengawalan polisi.

Upayanya untuk mencari pengobatan ke luar negeri dicegah oleh pemerintah Filipina karena kekhawatiran dia tidak akan kembali lagi.

Laporan-laporan media Filipina menyebutkan iring-iringan sudah tiba di Rumah Sakit Veteran, namun belum ada pernyataan dari pihak rumah sakit maupun juru bicara Arroyo.

Jaksa penuntut menginginkan Arroyo ditahan di penjara biasa seperti para tersangka lain, sementara penasehat hukumnya sudah meminta status tahanan rumah.

Keputusan atas status penahanan masih akan ditetapkan belakangan dan untuk sementara hakim memutuskan Arroyo ditahan di rumah sakit militer.


Membantah tuduhan

Kamis (08/12) Arroyo kembali menegaskan bahwa dakwaan atasnya sebagai penghasutan dan menuduh Persiden Benigno Aquino berupaya menghancurkan reputasinya.

"Pemerintahan saat ini sedang menerapkan penghasutan untuk menghancurkan saya," katanya dalam wawancara dengan TV GMA.

Arroyo juga menuduh kasus hukum yang dituduhkan kepadanya merupakan upaya Presiden Aquino untuk mengangkat popularitas di tengah kegagalan ekonomi negara itu.

"Sangat menyedihkan pemimpin saat ini menggunakan propaganda hitam dan berprasangka terhadap saya. Sebagai akibatnya, pertumbuhan ekonomi kita melemah dan kelaparan serta kemiskinan meluas."

Matan presiden yang berusia 64 tahun ini menghadapi sejumlah dakwaan, antara lain kecurangan dalam pemilihan anggota kongres pada tahun 2007.

Presiden Benigno Aquino -yang menggantikan Arroyo- sudah berjanji akan membawa Arroyo ke hadapan hukum karena dugaan kecurangan pemilu dan korupsi.


(bbc/bbc)


Berita Terkait