
Puluhan rute dari 700 rute di London telah dilayani bus dengan bus gandeng sejak 2002.
Pemerintah Kota London menarik seluruh bendy bus atau bus gandeng mulai Jumat malam (9/10) karena dianggap tidak cocok untuk jalan-jalan sempit dan mendorong orang untuk tidak membayar karcis.
Bus gandeng sejauh ini digunakan untuk melayani 12 rute bus umum di London selama lebih dari 10 tahun terakhir tetapi Walikota London Boris Johnson menyebut bus-bus tersebut sebagai "mesin yang tidak praktis".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu sistem penggoperasiannya mendorong penumpang tidak membayar karcis karena penumpang dapat naik ke bus dari pintu tengah tanpa harus menunjukkan karcis kepada sopir atau menempelkan kartu langgapan di mesin khusus pembaca tiket.
Rute terakhir yang akan dilalui bus gandeng Jumat malam adalah rute bus 207 antara Hayes dan White City, London dan bus terakhir akan bertolak dari stasiun sekitar tengah malam.
Dampak bagi pengguna kursi roda
Sebagai gantinya Walikota London Boris Johnson telah memesan hampir 500 bus baru dan berjanji akan mengerahkan bus-bus tambahan pada jam-jam sibuk.

Walikota London berpendapat bus gandeng tidak praktis untuk jalan-jalan sempit.
Namun para aktivis masalah penyandang cacat mengatakan penarikan bus-bus gandeng akan merugikan penumpang dengan kursi roda karena bus-bus gandeng merupakan "bus yang paling mudah dijangkau di London".
"Di setiap rute bus lain di London, pengguna kursi roda seringkali terdampar di halte bus ketika pemilik kereta dorong bayi menolak melipatnya sehingga memenuhi tempat khusus untuk kursi roda di dalam bus," kata juru bicara LSM Transport For All, Lianna Etkind.
"Banyak pengguna kursi roda tidak bepergian pada jam-jam menjelang sekolah dan sesudah sekolah bubar karena sering terjadi konflik dengan pemilik kereta dorong bayi," tambahnya.
Partai Demokrat Liberal mengatakan kapasitas tampung bus pengganti, berupa bus tingkat, jauh lebih kecil dibandingkan bus gandeng. Daya tampung bus gandeng mencapai 120 orang sedangkan bus tingkat hanya 85 orang.
Dengan perhitungan tersebut maka kapasitas angkut bus di London akan berkurang karena pihak berwenang hanya mempertahankan frekuensi yang ada tanpa menambahnya.
(bbc/bbc)











































