
Kelompok Jacas menyasar kartu dengan batas kredit puluhan ribu dolar.
Kelompok penjahat memakai berbagai cara untuk mencuri kartu kredit milik orang-orang kaya di Amerika Serikat.
Mereka antara lain merekrut para pelayan restoran di kota New York yang ditugaskan untuk mencuri informasi kartu kredit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komisaris polisi Raymond Kelly kepada kantor berita AP mengatakan dengan berbekal informasi kartu kredit tersebut, para penjahat membuat kartu palsu dan membeli barang mewah seperti jam tangan Rolex, tas Hermes, sepatu Jimmy Choo, dan anggur-anggur mahal.
Kelly mengatakan kelompok penjahat yang dipimpin Luis Damian Jacas termasuk selektif dalam memanfaatkan kartu kredit abal-abal ini.
Piranti jinjing
Kelompok ini hanya memakai kartu gold dengan batas kredit yang tinggi.
Dengan begitu perusahaan kartu tidak menelepon pemilik ketika ada transaksi dengan nilai ribuan atau bahkan puluhan ribu dolar.
Jacas juga mematok maksimal US$35.000 dalam sekali belanja dan membuang kartu setelah dipakai selama tiga hari.
Untuk memastikan mereka tidak menemui masalah ketika membeli barang-barang mewah, anggota kelompok penjahat akan menguji kartu tersebut terlebih dahulu untuk membayar taksi atau membeli kopi.
"Kelompok ini jelas sangat rapi dan juga sangat sangat selektif," kata Kelly, sambil menunjukkan barang-barang sitaan bernilai jutaan dolar yang didapatkan polisi New York dari penggerebekan di berbagai tempat.
Cyrus Vance Junior, jaksa di distrik Manhattan mengatakan 28 orang telah ditangkap dan dijatuhi dakwaan.
Pejabat pemerintah kota New York mengatakan pihaknya mendesak restoran memakai pemroses kartu jinjing sehingga pemilik tidak harus menyerahkan kartu kepada pelayan.
Alat yang sudah banyak dipakai di Eropa dan Kanada ini bisa meminimalkan kemungkinan pencurian informasi kartu.
(bbc/bbc)











































