Arroyo Merasa Dianiaya Pemerintah Filipina

Arroyo Merasa Dianiaya Pemerintah Filipina

- detikNews
Minggu, 20 Nov 2011 16:35 WIB
Indonesia - BBC - Kuasa hukum mantan Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo, Ferdinand Topacio mengatakan kliennya tengah dianiaya dan tidak akan mendapatkan pengadilan yang adil setelah dia ditangkap atas tuduhan mengatur pemilihan umum.

Arroyo ditahan saat tengah menjalani perawatan di rumah sakit, Jumat (18/11) dengan tuduhan melakukan suap dalam pemilihan senator tahun 2007. Jika terbukti Arroyo terancam hukuman penjara seumur hidup.

Topacio tak mempercayai jaminan yang diberikan Presiden Benigno Aquino yang menjanjikan Arroyo akan diperlakukan adil. Topacio menegaskan pemerintah Filipina memang mengincar mantan presiden Arroyo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dia (Arroyo) tengah dituding melakukan kejahatan dan masalah itu mengganggu kesehatannya," kata Topacio kepada stasiun televisi ABS-CBN.

Dia menambahkan pemeirntah sengaja menciptakan kasus hukum untuk Arroyo dan hak-hak Arroyo sebagai warga negara tengah dilanggar.

"Pemerintah akan melakukan apapun untuk menghalangi klien saya mendapatkan keadilan," tambah Topacio.


Memuji penahanan

Sementara itu, Presiden Benigno Aquino yang baru saja kembali dari menghadiri KTT ASEAN di Bali, Indonesia memuji langkah penegak hukum menahan Arroyo.

"Penahanan ini merupakan awal dari sebuah proses," kata Aquino.

"Tak seorangpun bisa lolos dari hukum dalam proses mencari kebenaran serta keadilan," tambah Aquino.

Saat ini, Arroyo tengah dirawat di sebuah rumah sakit karena menderita gangguan tulang yang langka dan menderita infeksi pencernaan.

Arroyo sebenarnya berencana berangkat ke luar negeri untuk mendapatkan pengobatan lebih baik, namun pemerintahan Aquino memberlakukan cekal.

Pemerintah Filipina khawatir Arroyo akan melarikan diri dari tuduhan penipuan pemilu dan korupsi.

Kuasa hukum lain Arroyo, Raul Lambino menegaskan akan memasukkan mosi ke Mahkamah Agung dan pengadilan lainnya mempertanyakan legalitas penahanan Arroyo.

Arroyo yang berkuasa pada 2001-2010 berulangkali dituding melakukan kecurangan pemilu dan korupsi besar-besaran

Namun, saat itu para sekutunya di pemerintahan berhasil menahan berbagai upaya untuk menjerat Arroyo.

Tetapi pada 2010 masa jabatan Arroyo berakhir dan digantikan pesaingnya Benigno Aquino yang berjanji untuk membawa Aquino ke hadapan hukum karena kecurangan dan korupsi.


(bbc/bbc)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads