
Saadi Gaddafi dituduh melakukan kejahatan saat memimpin Federasi Sepakbola Libya.
Pemerintahan baru Libya meminta Niger untuk mempertimbangkan kebijakan pemberian suaka kepada putra Muammar Gaddafi, Saadi Gaddafi.
Libya menyebut keputusan Niger memberikan suaka kepada Saadi sebagai keputusan yang tidak dapat dibenarkan dan didasari rasa permusuhan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Niger seharusnya tidak memberikan suaka bagi pelaku kejahatan kriminal. Kami meminta Niger untuk mengkaji lagi keputusan yang tidak adil ini," kata Abdel Hafidh Ghoga yang juga menjabat sebagai juru bicara pemerintahan baru Libya.
Alasan Kemanusiaan
"Jika Niger menjadi pelabuhan bagi para pelaku kejahatan kriminal yang melanggar hukum dan bersikap tidak adil maka ini akan mempengaruhi hubungan kedua negara," tambahnya.
Sebelumnya Presiden Niger, Mahamadou Issoufou pada hari Jumat (11/11) lalu mengatakan pemerintahannya mengabulkan permohonan suaka Saadi Gaddafi karena alasan kemanusiaan.
Saadi yang kini berusia 38 tahun diperkirakan melarikan diri dari Libya menuju Niger pada Agustus lalu saat Tripoli jatuh ke tangan pemberontak dan mengakhiri kekuasaan ayahnya, Muammar Gaddafi selama 42 tahun di negara itu.
Pemerintah Libya mengatakan jika Saadi bisa dipulangkan ke negara asalnya, maka mereka akan mendakwanya atas sejumlah kasus dan salah satunya adalah kasus kejahatan yang dilakukan saat dia mempimpin Federasi Sepakbola Libya.
Perdana Menteri Niger, Brigi Rafini mengatakan bahwa mereka tidak akan mengekstradisi Saadi kecuali jika pemerintah Libya bisa menyakinkannya akan ada proses pengadilan yang berimbang terhadap putra Gaddafi itu.
(bbc/bbc)











































