
Sebanyak dua sampai tiga juta ton minyak goreng ilegal dikonsumsi di Cina setiap tahun.
Kepolisian Cina dalam sebuah penggrebekan menangkap 32 orang yang menjual minyak goreng bekas yang diolah dari limbah minyak goreng restoran.
Operasi kepolisian ini digelar lebih dari setahun setelah berbagai media negeri itu mengabarkan bahwa sepersepuluh minyak goreng di Cina berasal dari daur ulang limbah minyak goreng rumah-rumah makan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kementerian Keamanan Publik mengatakan polisi sudah menerima laporan soal minyak goreng bekas ini pada Maret lalu.
Laporan itu menyatakan sejumlah orang membeli limbah minyak goreng dari rumah-rumah makan dan kemudian mengolahnya untuk dijual kembali.
Membuat biodiesel
Laporan masyarakat itu kemudian dilanjutkan dengan proses penyelidikan selama empat bulan di sejumlah lokasi.
Akhirnya, Kepolisian Provinsi Zhejiang, Shandong, dan Henan menggerebek enam tempat pengolahan minyak goreng bekas dan menahan 32 orang tersangka.
Di keenam lokasi itu polisi juga menemukan 100 ton minyak goreng daur ulang yang diolah dari limbah minyak goreng yang sudah dibuang ke selokan.
Bagaimana para tersangka tersebut bisa membeli minyak goreng bekas dalam jumlah besar tanpa menimbulkan kecurigaan.
Ternyata mereka mengaku akan mengolah minyak goreng bekas itu sebagai bahan bakar biodiesel.
"Dengan alasan akan membuat biodiesel, para tersangka membeli minyak bekas dari Zhejiang, Sichuan dan Guizhou sejak 2009. Mereka lalu mengolahnya kembali menjadi minyak goreng sebelum dijual ke pasaran," demikian sebagian pernyataan Kementerian Keamanan Publik Cina.
Rentan skandal

Skandal susu bayi bermelamin pernah mengguncang Cina beberapa tahun lalu.
Saat skandal minyak goreng palsu ini mencuat ke permukaan tahun lalu, para pengamat memperkirakan rakyat Cina mengkonsumsi sekitar dua atau tiga juta ton minyak goreng ilegal setiap tahun.
Pengungkapan skandal ini membuat pemerintah memperketat pengawasan, namun bisnis seperti itu tetap berjalan karena keuntungan yang sangat menggiurkan.
Industri makanan Cina sangat rentan masalah meski berulang kali pemerintah melakukan penangkapan atau pemeriksaan secara berkala.
Salah satu skandal keamanan pangan terbesar terjadi pada 2008, ketika kandungan melamin ditemukan produk susu formula untuk konsumsi bayi.
Skandal ini dituding sebagai penyebab enam orang bayi meninggal dan mengakibatkan 300.000 bayi lainnya sakit. Kasus ini membuat dua orang yang dianggap bertanggung jawab dihukum mati.
September tahun lalu, pemerintah Cina -termasuk Mahkamah Agung dan Kementerian Keamanan Publik- menyerukan hukum yang lebih berat atas pelanggaran keamanan makanan.
Bahkan kedua institusi ini mengusulkan diterapkannya hukuman mati bagi pelanggaran keamanan makanan level berat.
(bbc/bbc)











































