
Mubarak berharap keterangan pihak militer bisa membebaskannya dari dakwaan pembunuhan.
Mantan Presiden Mesir, Husni Mubarak, akan dihadirkan kembali dalam persidangan yang berlangsung pada hari Senin (15/8).
Agenda sidang hari ini akan memfokuskan pada perdebatan hukum yang didakwakan kepada Mubarak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mubarak didakwa telah melakukan korupsi dan bertanggung jawab atas perintah pembunuhan terhadap ratusan pengunjuk rasa yang melakukan aksi menentang kekuasaannya awal tahun ini.
Pengadilan kemungkinan juga akan memutuskan perlu tidaknya menghadirkan Komandan Tertinggi Pasukan Keamanan Mesir, Mohamed Hussein Tantawi sebagai saksi dalam peridangan kasus ini.
Permintaan tersebut sebelumnya diajukan oleh pengacara Mubarak yang mengatakan bahw keterangan Tantawi akan membantu menunjukan peran Mubarak dalam mengatasi aksi unjuk rasa yang menewaskan sekitar 850 orang.
Saksi militer
Penjelasan soal peran ini, katanya lagi akan menentukan nasib Mubarak yang sekarang berusia 83 tahun.
"Keterangan Tantawi akan membantu pengadilan untuk menentukan apakah Mubarak memberi perintah kepada Menteri Dalam Negeri, Habib al-Adli untuk menembaki pengunjuk rasa atau jutru Adli bertindak sendiri untuk memutuskan hal itu," kata seorang anggota tim pengacara Mubarak yang tak ingin disebut namanya.
Mohamed Hussein Tantawi sendiri merupakan kepala dewan militer yang mengambil alih kekuasaan pemerintahan Mesir setelah Mubarak jatuh dari kekuasaanya pada 11 Februari lalu.
Tantawi juga pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan selama dua periode saat Mubarak masih memegang tampuk kekuasaannya.
Selain minta kehadiran Tantawi, tim pengacara juga akan meminta kesaksian Kepala Intelijen Omar Suleiman.
Keluarga korban juga berharap pengadilan bisa menghadirkan Tantawi sebagai saksi dalam persidangan Mubarak.
Sebelumnya tim pengacara dari 850 keluarga yang korban tewas menuntut agar diberikan akses yang luas untuk mendapatkan data rekaman komunikasi Mubarak saat peristiwa itu terjadi.
Mereka ingin mengetahui secara persis apa perintah Mubarak kepada pejabat dibawahnya untuk menghentikan aksi unjuk rasa tersebut.
Militer Mesir sejauh ini mengatakan akan mematuhi perintah pengadilan jika memang anggotanya diminta untuk hadir sebagai saksi dalam kasus Mubarak.
(bbc/bbc)











































