
Raja Abdullah menyerukan agar Suriah segera menghentikan kekerasan.
Pemerintah Arab Saudi memanggil pulang duta besarnya untuk Suriah sebagai protes aksi kekerasan yang dilakukan pemerintah Suriah dalam mengatasi unjuk rasa anti pemerintah.
Dalam pernyataan yang disiarkan ke seluruh penjuru dunia Arab, Raja Arab Saudi, Abdullah mengatakan kekerasan di Suriah sudah tak bisa diterima lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Arab Saudi tidak bisa menerima apa yang terjadi di Suriah. Suriah bisa memilih antara melakukan kebijakan baru atau semakin tenggelam dalam pusaran masalah," lanjut Raja Abdullah.
Pernyataan pemerintah Arab Saudi ini dikeluarkan hanya beberapa jam setelah Liga Arab mengeluarkan pernyataan resmi pertamanya terkait kekerasan di Suriah.
Wartawan BBC di Timur Tengah, Jon Leyne, mengatakan pernyataan Liga Arab itu menambah eskalasi besar tekanan internasional terhadap Damaskus.
Leyne menambahkan pernyataan Arab Saudi ini nampaknya adalah sebuah langkah diplomatik yang terkordinasi mengikuti komunike Liga Arab untuk Suriah.
22 anggota Liga Arab mengatakan mereka terkejut dengan situasi di Suriah dan menyerukan penghentian segera semua kekerasan.
Assad terisolasi
Pada Minggu (7/8), enam negara anggota Dewan Kerjasama Teluk juga mengeluarkan pernyataan terkait kekerasan di Suriah.
Keenam negara ini mengutuk penggunaan kekerasan yang berlebihan dan menyerukan agar Suriah segera menghentikan kekerasan.
Wartawan BBC, Jon Leyne, mengatakan langkah Dewan Kerjasama Teluk ini membuat Presiden Bashar al-Assad semakin terisolasi dari dunia internasional.
Sementara itu, aktivis hak asasi manusia mengatakan sedikitnya 50 orang tewas saat militer Suriah menyerbu Deir al-Zour, kota terbesar di wilayah timur Suriah, Minggu (7/8).
Selama aksi anti pemerintah berlangsung, kota ini menjadi salah satu pusat kelompok penentang pemerintah Suriah.
Unjuk rasa terbaru
Komite Koordinasi Lokal, sebuah kelompok aktivis yang mengorganisasi protes di Suriah, mengatakan Minggu malam, ribuan pengunjuk rasa kembali turun ke jalan di sejumlah kota termasuk ibukota, Damaskus.

Aksi protes anti pemerintah terus berlangsung meski korban jiwa sudah berjatuhan.
Unjuk rasa juga muncul di kota-kota lain seperti Homs, Latakia di pantai Laut Tengah dan di Aleppo, kota di sebelah utara.
Sementara itu, di tengah aksi kekerasan yang terus berlangsung, Presiden Assad bersikukuh pemerintahnya tengah melakukan reformasi.
Dia menuding sejumlah kelompok bersenjata yang didukung kekuatan asing, bertanggung jawab atas kekerasan yang terjadi di negeri itu
"Suriah tengah menjalani reformasi," kata Assad kepada Menlu Lebanon, Adnan Mansour, seperti dikutip kantor berita Suriah, Sana.
"Untuk mengatasi para penjahat yang menutup jalan raya, menguasai kota-kota dan meneror warga adalah tugas negara. Kami harus menjaga keamanan dan menjamin kehidupan warga sipil," tambah Assad.
(bbc/bbc)











































