
Serangan terakhir di Hama diduga menewaskan 140 warga sipil Suriah.
Dewan Keamanan PBB untuk pertama kalinya dengan tegas mengeluarkan pernyataan kutukan terhadap aksi pemerintah Suriah menumpas aksi protes warganya.
Ini adalah pernyataan keras pertama yang muncul dari DK PBB, termasuk dengan dukungan dari sekutu-sekutu lama Suriah seperti Rusia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pernyataan yang terbit Rabu waktu New York DKK PBB menyatakan "mengutuk aksi kekerasan yang meluas terhadap HAM dan penggunaan kekerasan terhadap warga sipil oleh aparat Suriah".
Pernyataan itu juga menyebut pihak-pihak yang bertanggung jawab terhadap terjadinya pertumpahan darah harus diadili.
Negara-negara Eropa yang jadi anggota DK PBB berupaya keras mempengaruhi terbitnya resolusi yang mengutuk pemerintah Suriah dan menyerukan dilakukannya penyelidikan dugaan pelanggaran HAM.
Wartawan BBC di New York, Barbara Plett, mengatakan pernyataan yang keluar ini lebih lunak dari yang dikehendaki wakil negara-negara Eropa, namun melihat adanya keberatan dari sejumlah negara lain yang dekat dengan Suriah pernyataan ini sudah dianggap lebih dari harapan semula.
Menurut pernyataan ini satu-satunya solusi terhadap krisis adalah dilangsungkannya proses politik di dalam negeri Suriah, dan dengan demikian menutup gagasan untuk intervensi dari luar kata Platt.
Sangat brutal
Dalam pernyataannya Sekjen PBB Ban Ki-moon mengatakan pernyataan DK tersebut menunjukkan "pesan tegas dari masyarakat internasional" kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad.
"Dunia melihat situasi yang makin buruk di Suriah dan sangat khawatir. Namun kejadian beberapa hari ini telah (berkembang) menjadi sangat brutal," kata Sekjen Ban.
Pernyataan ini keluar selang beberapa saat setelah serangan besar-besaran di Hama, kota yang menjadi pusat kegiatan perlawanan, dimana dilaporkan banyak korban tewas.
Puluhan orang diyakini meninggal dunia akibat serangan di Hama, dimana warga setempat mengatakan tank menembaki orang-orang yang berjalan menuju lapangan Assi, di pusat kota dimana 800.000 orang berkumpul.
Kelompok HAM mengatakan sedikitnya 140 lagi korban tewas di Suriah sejak Minggu, sebagian besar di kota Hama, sehingga jumlah korban tewas sejak aksi perlawanan yang rusuh Maret lalu menjadi sekitar 1.600 jiwa.
Dalam pernyataan DK PBB disebutkan seruan "agar segera diakhiri semua bentuk kekerasan dan mendesak semua pihak yang bertikai menhaan diri, tidak saling membalas, termasuk menyerang institusi negara."
Menurut pengamat pernyataan ini merupakan bentuk konsesi kepada Rusia dan pemerintahan lain anggota DK PBB yang mendesak dibuat pernyataan yang berimbang yang juga menunjukkan tekanan terhadap dua pihak bertikai.
Sementara tetangga terdekat Suriah, Libanon, meski tidak menghalangi keluarnya pernyataan, langsung menyatakan tidak terkait dengan keluarnya pernyataan ini, sebuah prosedur dilpomatik yang terakhir dipakai sekitar sepuluh tahun lalu.
(bbc/bbc)











































