Dua Tersangka Pembunuh Xinjiang Tewas

Dua Tersangka Pembunuh Xinjiang Tewas

- detikNews
Selasa, 02 Agu 2011 12:55 WIB
Indonesia - BBC -


Dua orang inilah yang menjadi tersangka aksi pembunuhan enam orang warga kota Kashgar.

Polisi Cina menembak mati dua tersangka pembunuhan enam warga di kota Kashgar, Provinsi Xinjiang, Senin (1/8) malam waktu setempat.

Kedua tersangka itu, Memtieli Tiliwaldi dan Turson Hasan, ditembak di sebuah ladang jagung di luar kota Kashgar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, kedua tersangka itu disebut sebagai pelaku pembunuhan enam warga kota Kashgar, Minggu (31/7). Pemerintah Cina langsung menuding pembunuhan itu terkait kelompok militan Islam dari etnis Uighur.

Kelompok militan ini, kata pemerintah Cina, memperjuangkan kemerdekan Xinjiang dan anggota kelompok ini mendapat pelatihan di Pakistan sebelum kembali masuk ke Cina.

Namun, Rebiah Kadeer, pimpinan minoritas Uighur di pengasingan, memiliki teori lain soal ketegangan di tanah airnya itu. Dia ragu pembunuhan itu terkait dengan kelompok teroris internasional.

"Saya sedih karena orang Han dan Uighur harus kehilangan nyawanya. Namun, saya juga tak bisa menyalahkan orang Uighur yang melakukan pembunuhan karena mereka merasa frustrasi dengan kebijakan pemerintah Cina," kata Kadeer seperti dikutip Reuters.

"Saya mengutuk pemerintah Cina atas insiden ini. Pemerintah Cina menciptakan suasana keputusasaan. Ini berarti pemerintah Cina harus memikul tanggung jawab atas kematian warga sipil akibat kebijakan yang diskriminatif," kata Presiden Kongres Uighur Dunia itu.


Wilayah strategis






Xinjiang adalah wilayah strategis selain kaya dengan kandungan minyak dan gas bumi.

Sementara itu, Gubernur Xinjiang, Nur Bekri, yang mengunjungi Kashgar mengatakan pemerintah akan menjatuhkan hukuman berat untuk mereka yang terbukti terlibat penyerangan dan pembunuhan itu.

"Kami akan membalas semua aksi kekerasan yang mengancam jiwa manusia, melecehkan hukum dan mengancam kepentingan nasional," kata Bekri.

Cina memandang Xinjiang sebagai wilayah strategis yang menghadap Asia Tengah. Dan, Beijing tidak ingin kehilangan kendalinya atas kawasan itu yang memiliki kandungan minyak dan gas yang melimpah.

Cina selama ini merupakan sekutu dekat Pakistan. Namun, Beijing menekan Pakistan terkait warga Uighur yang kabur ke negeri itu.

Di Pakistan, kata Cina, orang-orang Uighur ini direkrut dan dilatih kelompok separatis Gerakan Islam Turkestan Timur.

Pekan lalu, dua buah bom berkekuatan kecil meledak di kota Kashgar yang didominasi warga keturunan Uighur.

Pada 18 Juli, menurut sumber pemeirntah, 18 orang tewas dalam sebuah serangan terhadap sebuah kantor polisi di Xinjiang.

Kerusuhan etnis pernah melanda ibukota Xinjiang, Urumqi pada Juli 2009. Saat itu warga mayoritas Han dan minoritas Uighur terlibat bentrok dan menewaskan 200 orang, sebagian besar adalah warga Han.


(bbc/bbc)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads