Pemberontak Libia Mengaku Rebut Brega

Pemberontak Libia Mengaku Rebut Brega

- detikNews
Selasa, 19 Jul 2011 01:33 WIB
Indonesia - BBC - Para pejuang pemberontak di Brega


Operasi militer NATO belum mampu juga memperkuat posisi kaum pemberontak di Libia

Pemberontak Libia mengatakan mereka menguasai sebagian besar Brega, kota penting di timur, setelah berlangsung pertempuran jarak dekat di kawasan pemukiman.

Menurut kelompok pemberontak, pasukan yang setia pada pemimpin Libia, Kol Muammar Gaddafi, mundur ke barat ke arah kota Ras Lanuf.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka mengatakan Brega ditaburi ranjau di mana-mana dan masih ada kantung-kantung perlawanan.

Klaim pemberontak ini tidak mungkin untuk dikukuhkan secara independen.

Brega yang terletak sekitar 75 km sebelah timur ibu kota, Tripoli, sudah beberapa kali berpindah tangan dalam pertempuran di pinggir pantai Libia di Laut Tengah sejak pemberontakan bermula bulan Februari.

"Sebagian besar tentara Gaddafi mundur ke Ras Lanuf," kata juru bicara pemberontak, Syamsuddin Abdulmolah, kepada kantor berita AFP.

Ia mengatakan jalan-jalan dipenuhi "ranjau anti personel yang luar biasa banyak jumlahnya", sehingga sulit sekali menguasai daerah itu sepenuhnya.

Sisa pasukan Kol Gaddafi di kota itu --yang diduga sekitar 150 sampai 200 orang-- bertahan di gedung-gedung industri dengan suplai yang menipis, katanya menambahkan.

"Suplai makanan dan air mereka terputus dan mereka sekarang tidak bisa tidur. Hanya soal waktu saja sebelum mereka sadar. Kami harapkan bisa dicegah pertumbahan darah," katanya.


Buntu



Pasukan pemberontak di sekitar Brega terhalang oleh serangan rudal dari desa Bishr sekitar 20 km jaraknya, kata Abdulmolah.

Dia mengatakan sebagian pejuang pemberontak meluncur melalui Brega dari Selatan menggempur posisi-posisi tersebut.

"Kami berharap bisa merebut Bishr, kata dia mebambahkan.

Pemberontak di Brega


Pemberontak di Brega dengan amunisi yang dimilikinya untuk menguasai Brega.

Para wartawan mengatakan kejatuhan Brega, jika benar, akan menjadi terobosan besar bagi pasukan anti-Gaddafi.

Mereka bergerak maju ke kota itu selama beberapa hari dari timur-laut, timur dan tenggara, meskipun terjadi tembakan gencar artileri dari pasukan pemerintah.

Selama berminggu-minggu, konflik Libia tampaknya menglami kebuntuan; pemberontak menguasai Libia timur dan kantung-kantung perlawanan di Barat.

Kolonel Gaddafi tetap bertahanan di Tripoli, meskipun diserang dengan bom oleh NATO.

NATO menghantam senjata milik pemerintah Libia dan fasilitas militer di bawah mandat PBB yang dikeluarkan bulan Maret untuk melindungi warga sipil.


(bbc/bbc)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads