
Presiden Hugo Chavez melambaikan tangannya sesaat sebelum berangkat menuju Kuba.
Presiden Venezuela, Hugo Chavez, kembali berangkat ke Kuba untuk jalani operasi pengangkatan tumor lebih lanjut.
Chavez, sesaat sebelum tinggal landas dari Karakas, mengatakan para dokter mengatakan tubuhnya akan bersih dari sel-sel ganas setelah operasi ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang bukan saatnya untuk mati. Sekarang saatnya untuk hidup," kata Chavez.
Tetapi, Chavez tidak menjelaskan berapa lama dia akan menjalani pengobatan kali ini atau kemungkinan dia harus kembali ke Kuba untuk berobat di masa datang.
Chavez hanya mengatakan dia dijadwalkan menjalani kemoterapi pada Minggu (17/4) waktu setempat.
Pengobatan lanjutan
Sejak kembali dari Kuba pada 4 Juli lalu, sesuai anjuran dokter, presiden berusia 56 tahun itu harus mengurangi aktivitas rutinnya.
Meski demikian, Chavez tetap menjaga citra publiknya. Akun twitternya yang berbahasa Spanyol sudah kembali aktif dalam dua pekan terakhir dengan beberapa pesan tiap hari.
Chavez juga beberapa kali tampil di televisi berpidato untuk militer, menghadiri rapat kabinet dan misa gereja. Namun, durasi pidato-pidatonya yang biasanya panjang dan berapi-api diperpendek.
Bahkan, Chavez menyatakan niatnya untuk kembali bertarung dalam pemilihan presiden yang akan digelar akhir tahun 2012.
Wartawan BBC di Karakas, Sarah Grainger, mengatakan sejumlah kalangan merasa terkejut dengan keputusan Chavez kembali ke Kuba ketimbang melanjutkan pengobatannya di Venezuela.
Namun, ikatan yang kuat antara Chavez dan mantan pemimpin Kuba, Fidel Castro, dan fakta bahwa dirinya bisa menjalani pengobatan jauh dari perhatian publik membuat Kuba menjadi tempat yang ideal untuk berobat.
Pendelegasian kekuasaan
Keputusan Chavez kembali ke Kuba dilakukan setelah sebelumnya Dewan Nasional Venezuela mengizinkan sang presiden untuk menjalani penyembuhan kankernya.
Sebelumnya, sempat terjadi perbedatan agar Chavez meneyrahkan sebagian kekukasaan ke wakil presiden saat tengah menjalani terapi.
Pada awalnya Chavez menolak ide pendelegasian kekuasaan ini. Namun, saat berpidato dalam sebuah rapat kabinet yang disiarkan televisi, Chavez akhirnya bersedia mendelegasikan kekuasaannya.
Keputusan penting ini adalah yang pertama kali selama 12 tahun Chavez memimpin Venezuela.
Dengan keputusan ini maka Wakil Presiden Elias Jaua akan bertanggung jawab untuk masalah bisnis dan beberapa hal berkaitan dengan anggaran negara.
Chavez menambahkan Menteri Keuangan Jorge Girodani juga akan menerima tambahan tanggung jawab selama Chavez berada di Kuba.
Selama 12 tahun berkuasa, Chavez mendapat banyak dukungan rakyat kecil karena banyak menjalankan program-program sosial.
Namun, bersamaan dengan itu banyak masalah bermunculan termasuk inflasi tinggi, terbatasnya energi listrik dan kurangnya perumahan murah untuk rakyat.
(bbc/bbc)











































