FBI Selidiki Penyadapan Korban 9/11

FBI Selidiki Penyadapan Korban 9/11

- detikNews
Jumat, 15 Jul 2011 12:53 WIB
Indonesia - BBC -


Media milik Rupert Murdoch dituduh mencoba menyadap pembicaraan korban serangan 9/11.

Biro Investigasi Federal Amerika Serikat, FBI, mulai menyelidiki tuduhan dugaan keterlibatan media milik Rupert Murdoch dalam kasus upaya penyadapan telepon terhadap korban serangan 9/11.

Keputusan ini diambil menyusul tuntutan politisi AS, termasuk anggota Kongres Partai Republik, Peter King, yang meminta agar FBI menindaklanjuti kasus yang terjadi 10 tahun silam itu.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peter menyebutkan, koran Inggris News of The World -- salah-satu anak perusahaan milik Murdoch -- mencoca menyadap pembicaraan beberapa korban serangan tersebut.

"Coba bayangkan, ada orang yang menyadap pembicaraan orang-orang yang tengahd ditimpa kesedihan, akibat keluarganya tewas, atau hilang... sungguh menghina," kata Peter kepada BBC hari Jumat (15/7).

Namun Peter menolak mengatakan apakah dia memiliki bukti langsung bahwa wartawan yang bekerja untuk News Corporation menyadap pembicaraan telepon para korban tersebut.



Kesalahan kecil



Selain Peter, tuntutan serupa juga dilontarkan para senator AS lainnya, yang meminta agar tuduhan itu segera diselidiki untuk memastikan apakah terjadi pelanggaran hukum oleh media tersebut.

Anggota Senat Partai Demokrat Robert Menendez, yang menulis ke Jaksa Agung, mengatakan koran milik Murdoch itu mengeksploitasi informasi tragedi pribadi untuk keuntungan ekonomi .

Dan di tengah tuduhan baru ini, Rupert Murdoch dalam wawancaranya dengan media miliknya, Wall Street Journal, mengatakan bahwa perusahaannya hanya melakukan kecil dan sekarang tengah melakukan pemulihan.

Dimintai pendapatnya tentang pemberitaan skandal penyadapan telepon keluarga kerajaan di Inggris yang diduga dilakukan media miliknya, Murdoch berkata: "saya mulai kesal ... saya lelah".











(bbc/bbc)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads