Oposisi Suriah Tolak Pidato Presiden Assad

Oposisi Suriah Tolak Pidato Presiden Assad

- detikNews
Selasa, 21 Jun 2011 00:25 WIB
Indonesia - BBC - Kalangan oposisi Suriah menyatakan demonstrasi antipemerintah akan berlanjut setelah mereka menolak pidato Presiden Bashar al-Assad yang menyatakan dia akan mengadakan dialog nasional.

Hanya beberapa menit setelah pidato Assad disiarkan langsung oleh media elektronik pemerintah hari Senin (20/6), gelombang demonstrasi baru dilaporkan bergulir di beberapa kota.

Seorang juru bicara aktivis mengatakan mereka tidak lagi menuntut reformasi, tapi pergantian pemerintah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pidato nasional yang disiarkan secara live, Presiden Assad menuduh orang-orang yang dia sebut pelaku sabotase mencoba mengeksploitasi tuntutan sah warga mengenai reformasi.

Menurut Assad, orang-orang tersebut mencoreng citra Suriah dalam demonstrasi tiga bulan terakhir.

Sekitar 1.300 orang sipil dilaporkan tewas dalam gelombang demonstrasi antipemerintah di berbagai tempat di Suriah, kata para aktivis.

Lebih dari 300 tentara dan polisi juga tewas dalam aksi antipemerintah tersebut.

Berbicara dalam pidato kepada massa pendukungnya di Universitas Damaskus, Assad menyatakan penyesalan atas korban jiwa dalam demonstrasi. Dia menyatakan bangsa Suriah dan dia sendiri merasa kehilangan para korban.

Ketika menanggapi pidato Assad, seorang aktivis lain dari kubu oposisi mengatakan pidato Assad ditujukan kepada orang-orang yang loyal kepadanya, bukan kepada para penentangnya.

Namun, para pendukung Presiden Assad mengatakan pidato hari Senin membesarkan hati dan tanggap terhadap tuntuan bangsa Suriah.


Vandalisme

Rezim Presiden Assad belum berhasil menghentikan demo antipemerintah


Rezim Presiden Assad berusaha keras menghentikan demo antipemerintah

Presiden Assad dalam pidatonya menyatakan pelaku sabotase harus dikucilkan.

Yang terjadi dewasa ini tidak ada sangkut pautnya dengan reformasi; itu terkait dengan vandalisme, kata Assad.

Tuntutan di jalan tidak bisa menjadi pembenar untuk menimbulkan kerusakan bagi negara ini, ujarnya.

Presiden Suriah juga mengatakan suatu badan dialog nasional akan diciptakan untuk menyusun rencana reformasi, dan sebuah komite lain akan diciptakan untuk mengkaji konstitusi.

Kita harus memberikan kesempatan kepada dialog ini, sebab masa depan Suriah bergantung padanya, katanya seraya menambahkan dia mengharapkan paket reformasi akan rampung paling lambat bulan September.

Assad juga mengimbau ribuan warga Suriah yang mengungsi ke Turki agar pulang ke rumah masing-masing secepat-cepatnya.

Pemimpin Suriah secara khusus menyinggung warga Jis al-Shughour, tempat pasukan pemerintah baru-baru ini mengambil alih kendali kota tersebut setelah tindak kekerasan yang menelan lebih dari 100 korban jiwa dari pihak aparat keamanan.

Negara akan melindungi mereka. [Aparat] itu di sana untuk melindungi mereka, katanya.

Assad menyampaikan pidato tersebut satu hari setelah kalangan aktivis oposisi mengumumkan pembentukan sebuah lembaga untuk memimpin perjuangan melawan rezimnya.

Dewan tersebut menyeru warga agar bekerja sama di semua kota dan provinsi Suriah untuk mencapai tujuah syah merobohkan rezim dan mengadilinya, lapor kantor berita AFP.


(bbc/bbc)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads