AS Tarik Diplomat dari Yaman

AS Tarik Diplomat dari Yaman

- detikNews
Kamis, 26 Mei 2011 18:57 WIB
Indonesia - BBC - Pertempuran di Yaman


Aksi protes di Yaman sekarang berubah menjadi bentrokan bersenjata

AS memerintahkan semua diplomat yang tidak penting dan anggota keluarga staf kedutaannya untuk meninggalkan Yaman karena pertempuran yang semakin marak.

Setidaknya 48 orang terbunuh sejak Senin dalam berbagai bentrokan antara para pejuang suku pedesaan dan pasukan pemerintah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Presiden Ali Abdullah Saleh kembali mengatakan bahwa dia tidak akan mundur dan meninggal Yaman meskipun aksi protes semakin besar.

Dia sudah tiga kali menolak untuk menandatangani kesepakatan peralihan yang menyatakan dia mundur untuk memungkinkan pembentukan pemerintahan persatuan nasional.

Departemen Luar Negeri AS juga memperingatkan warga Amerika agar tidak bepergian ke Yaman.


Bentrokan di bandara



"Tingkat ancaman keamanan di Yaman sangat tinggi karena kegiatan teroris dan kerusuhan sipil. Kerusuhan sipil berlangsung di segenap pelosok negara dan aksi-aksi protes skala besar di kota-kota besar," kata pernyataan departemen luar negeri.

"Departemen Luar Negeri telah memerintah semua anggota keluarga pegawai pemerintah AS serta personel non-darurat untuk keluar dari Yaman.

"Warga AS yang saat ini berada di Yaman harus keluar selagi angkutan komersial masih tersedia."

Para petempur dari kelompok suku kuat, Hashid, dikatakan menguasai sejumlah gedung publik di ibo kota, Sanaa, setelah beberapa hari bertempur dengan pasukan pemerintah.

Bandara Sanaa dilaporkan tutup sementara pada hari Rabu setelah pasukan suku pedesaan yang menentang Presiden Saleh terlibat bentrok dengan pasukan pemerintah.


Peringatan perang saudara



Bentrokan bermula hari Senin setelah tentara yang setia pada Presiden Saleh menyerbu komplek pemimpin suku Hashid, Sheikh Sadeq al-Ahmar.

Para saksi mata mengatakan ratusan orang melarikan diri dari tindak kekerasan di ibukota. Penduduk di Sanaa mengatakan pertempuran berlanjut hari Kamis.

"Kami tidak tahu apakah pasukan suku menerobos ke kota atau apakah tentara pemerintah yang memukul mereka mundur," kata Jeb Boone, pemimpin redaksi surat kabar Yemen Times.

Saleh menolak mundur, meskipun mendapat tekanan keras dari masyarakat internasional.

Dia memperingatkan bahwa Yaman bisa terjerumus ke dalam perang saudara.


(bbc/bbc)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads