Saat ini dia telah berada di Qatar.
Tidak jelas bagaimana kondisi Dorothy Parvaz ketika dibebaskan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia memegang paspor Iran, Kanada dan AS.
Iran mengatakan dia mencoba memasuki Suriah dengan menggunakan paspor Iran yang sudah habis masa berlakunya.
Iran tidak mengenal kewarganegaraan ganda.
Pekan lalu, televisi yang berbasis di Qatar itu mengatakan telah mendapatkan informasi mengenai rencana pembebasan Parvaz dari pemerintah Suriah.
Juru bicara Kementrian Luar Negeri Iran mengatakan kepada wartawan di Tehran, bahwa Parvaz tidak memiliki ijin kerja.
Ramin Mehmanparast mengatakan dia telah mencoba memasuki negara Suriah secara ilegal.
Bagaimanapun, otoritas Iran menolak untuk memberitahukan keberadaan Parvaz.
Negara Iran dan Suriah memiliki hubungan dekat.
Parvaz, 39 tahun, bergabung dengan TV al-Jazeera bahasa Inggris tahun lalu. Dia berupaya untuk memasukin Suriah untuk meliput kerusuhan yang terjadidi negara tersebut.
Kemudian dia ditahan. Suriah telah melarang jurnalis asing untuk memasuki negara tersebut selama berlangsungnya protes anti pemerintah.
Pemerintah AS menuduh Iran memberikan dukungan kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad untuk menyerang para pemrotes.
(bbc/bbc)











































