Pejabat PBB: AS Harus Klarifikasi Pembunuhan Osama

Pejabat PBB: AS Harus Klarifikasi Pembunuhan Osama

- detikNews
Senin, 09 Mei 2011 09:02 WIB
Indonesia - BBC - Pendukung Osama bin Laden


Tewasnya Osama memunculkan sejumlah pertanyaan baru

Seorang pejabat senior pada Perserikatan Bangsa Bangsa mengatakan pembunuhan tersangka gembong teroris al-Qaida, Osama bin Laden, harus dijelaskan oleh pemerintah AS karena muncul kekhawaitran pembunuhan itu tidak punya dasar hukum.

Tewasnya Osama di Pakistan sepekan lalu mestinya merupakan sebuah penutup dari aksi perburuan panjang dalam perang AS melawan jaringan al-Qaida.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun matinya Osama justru memunculkan makin banyak pertanyaan.

Termasuk didalamnya adalah apa dasar hukum membunuh Osama, apakah legal menembaknya di Pakistan terutama karena saat ditangkap dia tidak bersenjata.

Pelapor khusus PBB untuk kasus kejahatan pembunuhan, Christof Heyns, meyampaikan pertanyaan itu kepada BBC dalam program World This Weekend.

"Apa benar perlu mengeksekusinya di tempat? Persoalannya adalah: dasar hukum resmi, pelintasan perbatasan, masuk ke sebuah negara berdaulat, padahal perintahnya saat itu jelas -- Di tempat kalau ada pilihan mestinya tangkap daripada tembak," kata Heyns.

Pertanyaan lain muncul dari kubu AS terhadap Pakistan: bagaimana Osama bisa hidup di tempat itu bertahun-tahun tanpa ketahuan, padahal berdekatan dengan salah satu markas utama polisi negara itu.

Bahkan Presiden Obama menduga Bin Laden mempunyai jaringan pendukung keberadaannya di Pakistan, sebagaimana dikatakannya dalam program televisi CBS, Sixty Minutes.

"Kami tidak tahu apakah mereka ini pejabat dalam lingkaran pemerintah (Pakistan), atau diluar pemerintah, itulah yang harus kami selidiki dan lebih penting lagi, yang harus diselidiki oleh pemerintah Pakistan," desak Presiden Obama.

Meski disambut gembira di AS dan banyak negara lain, tewasnya Osama telah menimbulkan gelombang aksi anti AS di berbagai kota di Pakistan.


(bbc/bbc)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads