Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) meminta Kirgistan membuka jalur koridor untuk bantuan kemanusiaan bagi para korban konflik etnis Kirgis dan Uzbek, seperti disampaikan oleh pejabat PBB.Lynn Pascoe mengatakan ingin mencari bantuan bagi Uzbekistan berkaitan dengan meningkatnya gelombang pengungsi.
Ribuan orang Uzbek telah melarikan diri, tetapi puluhan ribu lain diperkirakan berada di perbatasan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wartawan BBC, Rayhan Demytrie di Osh mengatakan pertempuran lebih banyak terjadi pada malam hari, dan tidak ada tanda-tanda kekerasan akan mereda.
Pemerintah sementara Kirgistan, yang berkuasa setelah protes keras terhadap pemerintahan sebelumnya, langsung menuduh pendukung Presiden Kurmanbek Bakiyev yang berada dibelakang peristiwa itu.
Bakiyev, yang tinggal di pengungsian di Belarus, masih mendapatkan dukungan dari wilayah selatan, tetapi dia membantah memicu kenaikan suhu politik.
Mayat di jalanan
Menurut laporan, Uzbekistan mempertimbangkan untuk menutup perbatasan, setelah diperkirakan 80.000 orang mengungsi.Saksi mata menyebutkan di Osh dan Jalalabad mengatakan melihat rumah-rumah hangus terbakar, dan mayat bergelimpangan di jalanan.
Sebelumnya, Komisioner HAM PBB Navi Pillay mengatakan memiliki bukti pembunuhan dilakukan tanpa pandang bulu - termasuk anak-anak- dan sejumlah kasus perkosaan.
Badan pengungsi PBB, UNHCR, menyatakan memberikan bantuan untuk sekitar 75.000 warga.
Bagian selatan Kyrgyzstan, negara bekas bagian Uni Soviet di Asia Tengah yang memiliki jumlah penduduk 5,5 juta jiwa, memiliki minoritas etnis Uzbek dengan jumlah sekitar 1 juta jiwa.
(bbc/bbc)











































