Industri tiram Prancis di ujung bangkrut

Industri tiram Prancis di ujung bangkrut

- detikNews
Senin, 14 Jun 2010 12:03 WIB
Indonesia - BBC -      Aksi demo petani tiram Prancis Petani tiram Prancis menghadapi ancaman kebangkrutan akibat wabah virus yang melanda negeri itu selama tiga tahun terakhir sehingga jutaan bayi tiram mati.

Dari pantai Mediterania ke Teluk Arcachon di Samudra Atlantik dan kini Brittany, petani berharap-harap cemas melihat beberapa pekan ini virus kembali lagi bergerak ke arah utara, seiring dengan naiknya suhu air laut.

Pada tahun 2008 dan 2009, industri ini dihancurkan oleh epidemi yang sama, dimana banyak budi daya tiram kehilangan 80-100% dari ternak tiram Naissains - benih tiram satu tahunan - mereka.

Karena dibutuhkan waktu sekitar tiga tahun untuk membudidayakan tiram yang layak jual, sejauh ini dampak ekonominya belum terlampau kelihatan.

Namun tahun ini semua produksi sebelum tahun 2008 sudah dimusnahkan, sehingga diperkirakan akan terjadi kekurangan pasok mulai musim dingin mendatang saat permintaan memuncak sekitar Natal dan Tahun Baru. Di Prancis, saat itulah ketika 90% stok tiram terjual.

     Komisi Penyelamat Budi daya Tiram - sebuah organisasi yang dibentuk ditengah krisis ini - memperingatkan 40% bisnis dari 4.800 keluarga yang menjalankan industri ini terancam tutup, dengan hilangnya ribuan lapangan kerja.

Lembaga riset kelautan negara (Ifremer) mengatakan krisis ini "salah satu yang terburuk dalam sejarah pertanian tiram Prancis".

Dana talangan

Bulan lalu ratusan petani tiram menyelenggarakan aksi protes di pusat kota Paris, dengan meninggalkan onggokan kulit tiram di salah satu jembatan sungai Seine.

Upaya mereka berhasil, karena pemerintah Prancis kemudian menjanjikan dana talangan senilai 150 juta euro untuk menyelamatkan industri tiram ini selama tiga tahun ke depan.

Para ilmuwan segera mengenali virus yang menimbulkan bencana itu. Jenisnya disimpulkan merupakan virus herpes dengan identifikasi OsHV-1, yang kerap kali ditemukan bersamaan dengan bakteri yang dinamai Vibrio splendidus.

     Hidangan tiram Virus OsHV-1 sudah ada sejak jutaan tahun lalu, dan menyerang tiram alam. Namun kini virus itu juga menyerang setelah tiram menjadi industri ditengah kondisi yang diakni mendorong virus untuk menyebar.

"Ini bukan pertama kalinya bisnis tiram terkena krisis, tapi pertama kalinya krisis terjadi akibat manusia," kata Francois Gouzer, petani yang membiakkan tiram di Saint-Philibert selama tiga generasi keluarganya.

Yang dimaksud adalah lokasi pembiakan - sebagian besar terletak di utara jauh pantai Atlantik - dimana selama lima tahun ini telur tiram diproduksi dalam jumlah jutaan dengan tujuan keuntungan sebesar-besarnya. Larva tiram kemudian dipindahkan ke tempat lain di Prancis untuk dibesarkan.

80% dari tempat pembiakan tiram benih ini dinamai "triploid" tiram steril yang khusus dibiakkan untuk dipasarkan.

Dengan tambahan suntikan pasangan kromosom tertentu, tiram ini akan tumbuh jauh lebih cepat dari tiram biasa "diploid", serta tidak meand zat mirip susu yang membuat tiram tak laku dijual di musim panas.

Di Prancis, spesies ini sudah dua kali dihancurkan penyakit.

Petani menduga jenis inilah yang menjadi penyebab penyebaran virus ganas di Prancis saat ini.

Namun di Ifremer, ilmuwan mengatakan tipe tiram triploid saja tidak bisa menjelaskan penyebaran virus karena baik jenis triploid maupun diploid sama-sama menjadi sasaran virus.

     Ilmuwan juga menunjuk balik dengan mengatakan bahwa mereka yang saat ini bersuara lantang menyalahkan pembiakan model triploids adalah juga yang dulu memulai sistem pembiakan ini untuk mendongkrak produksi.

Namun para ilmuwan juga mengakui metode budi daya yang intensif kemungkinan merupakan faktor kenapa krisis berkembang.

"Beberapa tahun ini produksi tiram Prancis benar-benar massal. Beberapa model produksi yang dikembangkan kemungkinan melemahkan spesies, dan akibatnya lebih rentan kena penyakit," kata Nathalie Cochennec, peneliti yang mendalami virus tiram di Ifremer.

Namun pada dasarnya budi daya tiram memang sangat rumit. Di Prancis pertanian tiram baru mulai abad 19, namun sejak itu sudah dua kali wabah menghancurkan semuanya: tahun 1920an dan 1970.

"Dulu ada peribahasa di kalangan petani tiram - selalu siap bergerak," kata Francois Cadoret, kini berusia 80an tahun, yang keluarganya membudidayakan tiram di Locmariacquer sejak 1870. "Orang lupa kalau ini bisnis yang sangat tak bisa diandalkan."

     (bbc/bbc)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads