Israel Umumkan Investigasi Internal

Israel Umumkan Investigasi Internal

- detikNews
Senin, 14 Jun 2010 08:41 WIB
Indonesia - BBC - Tentara Israel menyerbu kapal bantuan Mavi Marmara di perairan internasional Israel mengumumkan investigasi internal atas serbuan militer terhadap konvoi kapal bantuan ke Gaza bulan lalu.

Israel sebelumnya menolak usul PBB mengenai penyelidikan internasional, tapi kini setuju menyertakan dua peninjau asing dalam penyelidikannya.

Proposal komisi publik independen itu akan diajukan ke kabinet untuk mendapatkan persetujuan melalui pemungutan suara, kata pernyataan pemerintah Israel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sembilan aktivis asal Turki terbunuh ketika pasukan komando Israel menyerbu enam kapal bantuan di perairan internasional pada 31 Mei.

Saat bereaksi terhadap pengumuman Israel, Washington menggambarkan perkembangkan ini sebagai langkah maju penting.

Jurubicara Gedung Putih Robert Gibbs mengatakan: "Kami mengharapkan investigasi militer dan komisi Israel akan dilakukan segera.

"Kami juga mengharapkan bahwa, setelah setelasi, temuannya akan disampaikan secara terbuka dan akan disampaikan kepada masyarakat internasional, tambah Gibbs.

Peninjau asing

Enam kapal, yang mengangkut ratusan aktivis dan 10.000 bahan bantuan, bertolak dari Siprus dalam upaya menerobos blokade yang telah diberlakukan oleh Israel sejak tiga lalu terhadap Jalur Gaza yang dikuasai Hamas.

PM Benjamin Netanyahu selama ini membela penyerbuan Komisi yang dibentuk Israel akan menyelidiki aspek-aspek yang terkait dengan tindakan-tindakan yang ditempuh oleh negara Israel untuk mencegah kapal-kapal tersebut mencapai pesisir Gaza, kata pernyataan dari kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.



Panel yang beranggotakan tiga orang akan dipimpin oleh mantan hakim Mahkamah Agung Israel Yaakov Tirkel, tambah pernyataan resmi tersebut.

Mereka akan disertai oleh peraih Nobel Perdamaian asal Irlandia David Trimble dan pensiunan jaksa militer Kanada Ken Watkin.

Pengumuman ini dikeluarkan setelah beberapa hari pembahasan di jajaran menteri senior Israel, lapor wartawan BBC Tim Franks.

Kabinet Israel diperkirakan akan memberikan suara atas proposal tersebut pada hari Senin (14/6).
(bbc/bbc)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads