Kerusuhan di Kirgistan Tewaskan 14 Orang

Kerusuhan di Kirgistan Tewaskan 14 Orang

- detikNews
Jumat, 11 Jun 2010 14:51 WIB
Indonesia - BBC - Osh, KyrgyzstanSedikitnya 14 orang tewas dalam kerusuhan di Osh, kota terbesar kedua di Kirgistan.Pejabat Kementrian Kesehatan mengatakan labih dari 140 orang terluka ketika ratusan pemuda bertikai di jalan di bagian selatan kota tersebut.Pemerintah mengumumkan keadaan darurat dan mengirimkan kendaraan lapis baja ke kota Osh.Pemerintah sementara berupaya untuk memulihkan kondisi setelah kasus kekerasan yang terjadi pada April lalu.Sejak itu, muncul kekhawatiran peningkatan tindakan kekerasan antara orang Kirgis dan etnis Uzbeks di bagian selatan.Osh merupakan kampung halaman komunitas etnis Uzbek, dan merupakan basis pendukung mantan Presiden Kurmanbek Bakiyev, yang dipecat dari jabatannya.

Imbauan untuk tenang

Kerusuhan di OshBerdasarkan laporan media lokal, perkelahian antara kelompok yang bersaing, kemudian menjadi pertempuran senjata.Laporan dari Osh menyebutkan sejumlah gedung, termasuk cafe, televisi lokal dan bioskop terbakar.Kondisi itu mengkhawatirkan karena mayoritas pemilik properti itu berasal dari etnis Uzbek.Petugas pemadam kebakaran mencoba untuk memadamkan api, tetapi para pemuda yang masih diliputi kemarahan berusaha mencegah upaya itu dengan melempari petugas dengan batu.Penduduk mengatakan baku tembak berlanjut pada jumat pagi dan terdapat helikopter yang terbang rendah.Bagaimanapun, juru bicara kementrian dalam negeri mengatakan tembakan telah berhenti dan pasukan keamanan sudah bisa mengatasi situasi di kota.Tidak diketahui pihak yang berada dibelakang peristiwa kekerasan tersebut, tetapi Presiden sementara Roza Otunbayeva mengatakan kerusuhan massal dipicu oleh perkelahian kecil, dan dia meminta masyarakat agar tenang.Beberapa pekan terakhir, sejumlah kejadian menimbulkan kekhawatiran akan memicu kekerasan antar etnis Uzbeks dan Kirgis.Menteri Pertahanan dalam negeri dilaporkan pergi ke daerah itu.Bakiyev bersama keluarganya terbang menuju Belarus setelah terjadi kekerasan antara pasukan pemerintah dan para pemrotes pada 7 April lalu, yang menewaskan sekitar 85 orang di negara itu.Peristiwa kekerasan itu merupakan puncak dari sejumlah ketidakpuasan menyusul kenaikan harga dan dugaan korupsi di Kirgistan.Kekerasan juga meningkatkan kekhawatiran akan terjadinya perang sipil di negara yang dijadikan basis militer Rusia dan AS.Pemerintah sementara menjanjikan akan menggelar pemilu pada Oktober, setelah referendum konstitusi dilakukan untuk mengurangi kekuasaan presiden. (bbc/bbc)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads