Risiko Utang Ancam Jepang

Risiko Utang Ancam Jepang

- detikNews
Jumat, 11 Jun 2010 15:44 WIB
Indonesia - BBC - Naoto KanJepang "berisiko ambruk" akibat tumpukan utang, seperti disampaikan oleh Perdana Menteri Jepang yang baru diangkat.Naoto Kan, dalam pidato resmi pertamanya sejak menjabat sebagai PM, mengatakan Jepang butuh restrukturisasi keuangan untuk mencegah krisis utang seperti yang terjadi di Yunani."Utang yang belum diselesaikan sangat besar.... keuangan publik kita menjadi yang terburuk diantara negara maju," kata dia.Setelah beberapa tahun, utang Jepang menjadi dua kali lebih besar dari Produk domestik bruto."Sangat sulit untuk melanjutkan kebijakan fiskal dengan tergantung pada penerbitan surat obligasi pemerintah," kata Kan yang mantan menteri keuangan."Seperti kekacauan yang terjadi pada negara bermata uang Euro dipicu oleh Yunani, ada risiko ambruk jika kita membiarkan peningkatan utang publik yang tidak tersentuh dan kemudian kehilangan kepercayaan pasar obligasi," kata dia.Reformasi perpajakanKan tidak menjelaskan secara rinci perubahan fiskal yang mungkin akan dilakukan untuk mendorong ekonomi Jepang yang mandeg dalam beberapa tahun terakhir.Tetapi, sebelumnya dia telah menganjurkan untuk meningkatkan pajak penjualan Jepang, suatu langkah yang tidak populer.Dia mengatakan : "reformasi total pada sistem perpajakan tidak terelakkan. Jika kita mempertahankan level terakhir pada penerbitan obligasi baru, utang yang tidak dibayar bisa melebihi 200% dari GDP dalam beberapa tahun."Sudah 20 tahun berlalu, sejak runtuhnya ekonomi diawal tahun 1990an. Sebab, ekonomi Jepang telah melempem, masyarakat telah kehilangan kepercayaan dan kekhawatiran akan ketidakpastian di masa mendatang," kata dia. (bbc/bbc)


Berita Terkait