Dua Serbia Bosnia dinyatakan bersalah

Dua Serbia Bosnia dinyatakan bersalah

- detikNews
Kamis, 10 Jun 2010 08:51 WIB
Indonesia - BBC -      Srebrenica

Mahkamah Kejahatan Perang PBB memutuskan dua warga Serbia Bosnia terlibat genosida di Srebrenica tahun 1995 dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Vujadin Popovic, 53 tahun, dan Ljubisa Beara, 70 tahun, termasuk dalam tujuh perwira tinggi polisi dan mililter yang dijatuhi hukuman penjara.

Lima orang lainnya dijatuhi penjara lima hingga 35 tahun.

Kasus ini merupakan yang terbesar yang sejauh ini diputuskan oleh pengadilan PBB, yang dibentuk untuk kejahatan perang Balkan pada tahun 1990-an.

Sekitar 8.000 warga Bosnia Muslim -yang disebut Bosniaks- dibunuh dalam waktu sepekan pada Juli 1995 di Srebrenica, yang ditetapkan oleh PBB sebagai kawasan aman dua tahun sebelumnya.

Kasus pembunuhan massal itu merupakan kekejaman yang terburuk dalam perang Bosnia.

Perintah Mladic

     Ratko Mladic

Jika keputusan atas Popovic dan Beara ditegakkan oleh pengadilan yang lebih tinggi, mereka akan menjadi pelaku yang terbukti dinyatakan bersalah dalam pembunuhan massal oleh Pengadilan Kejahatan Perang Internasional untuk bekas Yugoslavia.

Keduanya -yang merupakan komandan dalam unit tentara Serbia Bosnia- dinyatakan bersalah dalam pembunuhan masal, pemusnahan, pembunuhan, dan penyiksaan.

Pengadilan mengatakan Popovic berpartisipasi secara kejam dalam merencanakan pembunuhan massal dan dia bukan hanya tahu tentang rencana pembunuhan tapi juga ikut serta.

Sementara Beara disebut sebagai kekuatan pendorong dalam pembunuhan massal.

"Beara memiliki pandangan pribadi atas jumlah korban yang akan dieksekusi," seperti dinyatakan dalam keputusan itu.

Disebutkan pula bahwa Popovic dan Beara bertindak di bawah perintah Jenderal Ratko Mladic, yang masih buron.

Seorang komandan lain, Drago Nikolic, diganjar 35 tahun penjara setelah dinyatakan bersalah membantu dan bersekongkol dalam pembunuhan massal.

Pengadilan juga mengatakan bahwa serangan yang meluas dan sistematis atas penduduk sipil, yang berpuncak pada pembunuhan massal Srebrenica- dimulai dengan perintah dari mantan presiden Serbia Bosnia, Radovan Karadzic.

Dia saat ini juga sedang diadili di pengadilan yang sama yang digelar di Den Haag, Belanda.

     (bbc/bbc)


Berita Terkait