Saham BP Anjlok

Saham BP Anjlok

- detikNews
Kamis, 10 Jun 2010 18:02 WIB
Indonesia - BBC - Saham BP anjlokSaham BP anjlok 12% pada pembukaan pasar London karena Obama dikhawatirkan akan menerapkan hukuman berat.Ini berarti harga saham perusahaan minyak raksasa tersebut turun hampir setengah sejak tumpahan minyak Deepwater Horizon terjadi tanggal 20 April.Harga saham BP dibuka pada angka 345 pence, yang terendah sejak tahun 1997, sebelum membaik menjadi 375 pence.Penurunan terbaru ini terjadi sementara muncul kekhawatiran tercemarnya nama baik Inggris di Amerika Serikat.Perusahaan minyak tersebut terus diserang politikus Amerika, sementara pemilihan sela Kongres akan dilakukan bulan November.Menteri Dalam Negeri AS, Ken Salazar, mengatakan BP harus membayar ganti rugi kepada perusahaan-perusahaan minyak lain yang harus memberhentikan pegawai karena moratorium pengeboran minyak laut dalam Presiden Obama yang diterapkan akibat tumpahan minyak di Teluk Meksiko.Sementara itu pejabat Kejaksaan Agung, Thomas Perelli, mengatakan di depan rapat Kongres bahwa Departemen Kehakiman berencana menindak BP dengan memaksa perusahaan tersebut menahan pembayaran pembagian keuntungan.Penurunan tajam harga saham BP sudah merupakan berita buruk bagi dana pensiun Inggris yang banyak menanam modal di perusahaan itu.BP mengatakan akan membayarΒ  1 Poundsterling bagi setiap 7 Poundsterling dividen yang diterima dana pensiun dari FTSE 100.Sidang Kongres tentang tumpahan minyak Teluk Meksiko akan dilanjutkan lagi hari Kamis.

Masalah nasional

Walikota London Boris Johnson mengatakan kepada BBC, BP membayar "harga yang sangat, sangat besar" dan dia menyampaikan kekhawatiran tumpahan minyak mulai merusak citra Inggris di Amerika."Saya pikir ada hal yang agak mengkhawatirkan tentang pernyataan anti Inggris yang sepertinya muncul dari Amerika," katanya kepada program Today di Radio 4 BBC."Saya pikir hal ini mulai mejadi masalah nasional jika sebuah perusahaan besar Inggris terus-menerus diserang," tambahnya."Saya menginginkan semua pihak menenangkan diri dan mengkaji cara mengatasi masalah bukannya terus-menerus menyalahkan pihak lain."Mantan duta besar untuk Amerika Serikat Sir Christopher Meyers mengatakan kepada BBC serangan terhadap BP sudah tidak dapat diterima.Dia menambahkan pemerintah Inggris seharusnya mendesak AS untuk menahan diri demi Inggris. (bbc/bbc)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads