Amnesty International, AI, meminta agar Taliban dan pemerintah Afghanistan menghentikan pelanggaran hak asasi manusia di kawasan Pakistan barat laut.
Sebuah laporan dari lembaga itu mengatakan kondisi kehidupan di kawasan itu semakin memburuk dalam beberapa tahun belakangan, sejalan dengan semakin meningkatnya kekuasaan Taliban di sana.
Namun pada sisi lain ditemukan juga bukti-bukti bahwa pemerintah menelantarkan daerah tersebut.
Jurubicara Amnesty International, Claudio Cordone, mengatakan sekitar empat juta jiwa di kawasan itu menjadi korban pelanggaran hak asasi manusia yang sistematis oleh Taliban dan sekitar satu juta membutuhkan bantuan darurat akibat konflik militer Pakistan dan Taliban.
"Dari sisi Taliban, kami melihat serangan atas pemimpin masyarakat adat, atas perempuan dan lembaga-lembvaga perempuan seperti sekolah dan layanan kesehatan," kata Claudio Cordone kepada program BBC World Today.
"Pada saat yang sama aparat pasukan pemerintah melancarkan serangan yang menurut kami tidak pandang bulu dan tidak proporsional, dan saya kira mereka bisa melakukan lebih banyak lagi untuk melindungi warga sipil yang mengungsi dari konflik tersebut."
Menurut Amnesty, banyak penduduk Pakistan barat laut yang tidak berani mengungkapkan pendapat maupun perasaannya secara terbuka karena mereka khawatir ditekan oleh Taliban.
   ÂSementara itu mereka tidak bisa mengandalkan perlindungan dari pemerintah Pakistan.
Kehidupan warga
Laporan Amnesty juga menyebutkan pelanggaran hak asasi manusia secara sistematis oleh militan Taliban, antara lain eksekusi dan penyiksaan sebagai cara untuk mencengkeram kekuasaan di kawasan itu.
Taliban juga dituduh menjadikan guru-guru dan para pekerja sosial sebagai sasaran serangan.
Sedangkan pemerintah Pakistan dituduh tidak berupaya untuk menghindarkan korban sipil dalam operasinya melawan militan.
Duta besar Pakistan di London, Wajid Shamsul Hasan, membantah laporan AI dan kepada BBC World Today menegaskan bahwa pemerintah berhasil melawan pemberontak di sana tanpa melukai penduduk sipil.
"Ini tuduhan yang kasar karena pemerintah Pakistan berupaya untuk berperang melawan terorisme dan elemen jihad dan pada saat yang sama menarik simpati dari warga. Dan kebijakan ganda itu membuahkan hasil," katanya.
Amnesty juga menyebutkan pemerintah Pakistan mengabaikan kebutuhan dasar jutaan orang yang tinggal di kawasan dekat perbatasan dengan Afghanistan tersebut.
Oleh karena itu Amnesty meminta agar masalah kehidupan warga ditangani supaya kondisi-kondisi yang mendorong timbulnya kekerasan dan perlawanan akan menghilang secara otomatis.
    (bbc/bbc)










































