Iran: sanksi PBB kesalahan besar

Iran: sanksi PBB kesalahan besar

- detikNews
Kamis, 10 Jun 2010 02:56 WIB
Indonesia - BBC - Nuclear IranDewan Keamanan PBB menyepakati sanksi baru untuk Iran terkait program nuklir negara itu.Hasil pemungutan suara di Dewan Keamanan menunjukkan 12 negara setuju, satu negara abstain, memberlakukan sanksi putaran keempat yang meliputi antara lain penyelidikan keuangan yang lebih ketat dan embargo senjata lebih luas.Amerika Serikat menjadi pendukung utama sanksi terberat yang pernah diterima Iran ini.Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengatakan: "Sanksi ini tidak menutup pintu diplomasi. Iran tetap memiliki kesempatan untuk menempuh jalan yang lebih baik."Sementara utusan Iran pada Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Ali Ashgar Soltanieh mengutuk resolusi tersebut."Yang terjadi hari ini di New York adalah lembaran baru kesalahan, salah perhitungan. Saya berharap mereka secepatnya akan memahami dan memikirkan kembali kesalahan ini," kata Ali Ashgar Soltanieh.Amerika Serikat dan sekutunya khawatir Iran dengan diam-diam membuat bom nuklir, namun Teheran menegaskan program nuklir negaranya hanya untuk kepentingan damai.Resolusi Dewan Keamanan PBB ini ditentang Turki dan Brasil, yang sebelumnya berhasil mendapatkan kesepakatan pengayaan uranium dengan Iran. Lebanon menjadi satu-satunya negara yang abstain.Sanksi baru ini diloloskan setelah diperlunak dalam perundingan dengan Rusia dan Cina pada hari Selasa.

AS gembira

Resolusi ini tidak meliputi sanksi ekonomi keras dan embargo minyak.Dalam sanksi baru ini Iran dilarang membeli senjata berat seperti helikopter serang dan rudal.Selain itu ditetapksan satu peraturan lebih ketat untuk bertransaksi dengan perbankan Iran dan menambah jumlah individu dan perusahaan Iran yang dikenai langkah pembekuan aset serta larangan berkunjung.Dutabesar Amerika Serikat untuk PBB, Susan Rice, mengatakan: "Dewan Keamanan menjalankan tanggung jawabnya dan kini Iran harus memilih jalan yang lebih bijak."Akan tetapi, Turki dan Brasil mengemukakan penentangan dengan menyatakan bahwa kesepakatan yang telah dicapai dengan Iran tidak diberi kesempatan untuk berjalan.Dutabesar Brasil untuk PBB Maria Luiza Ribeiro Viotti mengatakan: "Kami tidak melihat sanksi merupakan alat efektif dalam kasus ini. Sanksi itu hanya akan membuat warga Iran menderita dan menjadi kemenangan bagi pihak-pihak yang memang tidak mau berdialog."Utusan resmi Turki untuk PBB Ertugrul Apakan mengatakan kesepakatan yang disponsori Turki dan Brasil itu telah membentuk "satu realita baru" pada program nuklir Iran dan Turki "sangat prihatin" sanksi baru hanya akan berdampak negatif.

Tak efektif

Wartawan BBC mengatakan serangkaian sanksi baru ini tidak akan berdampak pada kebijakan Iran karena kepentingan ekonomi utama negara ini tidak menjadi sasaran sanksi dan Teheran selalu bisa mencari jalan alternatif untuk menghindari dampak sanksi itu.Iran sebelumnya berupaya mengendorkan kekhawatiran dunia internasional dengan menyetujui satu kesepaaktan dengan Turki dan Brasil. Menurut kesepakatan itu, Iran harus mengirim 1.200 kg uranium yang diperkaya dalam tahap awal ke Turki untuk ditukar dengan bahan bakar reaktor nuklirnya.Namun, kesepakatan ini tidak diterima oleh negara-negara besar dan pada hari Rabu (09/06) Amerika, Rusia dan Prancis menegaskan keprihatinan mereka dalam surat yang ditujukan kepada IAEA.Surat itu tidak diumumkan, tetapi wakil Amerika Serikat untuk IAEA, Glyn Davies, mengatakan kesepakatan itu "tetap memungkinkan Iran memilik persedian yang cukup, menghalangi nilai membangun rasa percaya yang tertuang dalam usul asli".Tiga sanksi PBB meliputi larangn perdagangan "materi nuklir sensitif", pembekuan aset keuangan pihak yang terlibat dalam kegiatan nuklir Iran, melarang ekspor senjata Iran dan mendorong penelitian lebih mendalam saat berhubungan dengan perbankan Iran. (bbc/bbc)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads