Misteri Ilmuwan nuklir Iran mendalam

Misteri Ilmuwan nuklir Iran mendalam

- detikNews
Rabu, 09 Jun 2010 12:22 WIB
Indonesia - BBC -      Shahram Amiri

Pemerintah Iran mengatakan memiliki bukti bahwa salah satu ilmuwan nuklir negara itu diculik dan ditahan di Amerika dengan paksa.

Shamram Amiri hilang setahun lalu saat melakukan ibadah naik haji ke Arab Saudi.

Satu tayangan video televisi Iran memperlihatkan Amiri mengatakan dia diculik dan sekarang tinggal di Arizona, Amerika Serikat.

Beberapa jam kemudian, satu rekaman video dipasang di YouTube memperlihatkan ilmuwan itu mengatakan dia senang tinggal di Amerika Serikat.

Amerika Serikat menyangkal menculik ilmuwan itu.

Berita berlawanan mengenai nasib Amiri ini muncul beberapa hari sebelum Dewan Keamanan PBB mengambil suara soal sanksi baru untuk Iran karena program nuklirnya.

Media Iran melaporkan bahwa Amiri bekerja sebagai seorang peneliti di satu universitas di Teheran.

Namun, laporan lain menyebut dia dulu bekerja di Organisasi Energi Atom Iran dan memiliki pengetahuan mendalam mengenai program nuklir negara itu.

Rekaman berbeda

Dalam rekaman video yang ditayangkan jaringan Stasiun Penyiaran Republik Islam Iran, Amiri mengatakan dia dipaksa mengatakan telah membelot bersama dengan satu komputer laptop yang berisi rahasia nuklir Iran dan dia digunakan untuk menekan negara itu.

Rekaman itu memperlihatkan seorang pria mengenakan headphone dan berbicara ke webcam.

     Fasilitas nuklir Iran

Dia mengatakan sedang beribadah haji di Medinah, Arab Saudi, ketika para petugas dinas rahasia Arab Saudi memberinya obat dan menculiknya.

"Saat saya sadar, saya berada di dalam pesawat menuju Amerika," ujarnya.

"Sejak diculik dan dibawa ke Amerika saya disiksa dan ditekan habis-habisan oleh dinas rahasia Amerika Serikat."

Pria dalam rekaman video itu mengatakan film itu direkam tanggal 5 April di kota Tucson, Arizona.

Televisi Iran melaporkan bahwa dinas rahasia negara itu mendapatkan film tersebut lewat "metode khusus" namun tidak merincinya.

Rekaman video itu kemudian dipasang di situs YouTube hari Senin.

Akan tetapi, dalam rekaman video kedua yang dipasang di akun bernama Shahramamiri2010 YouTube beberapa jam kemudian, pria itu mengatakan dia hidup dengan aman di kota tersebut dan ingin melanjutkan pendidikannya di Amerika.

"Saya bebas di sini dan saya yakinkan semua orang saya selamat," ujarnya dalam bahasa Farsi.

    

"Tujuan pembicaraan saya hari ini adalah mengakhiri semua kabar burung mengenai saya yang disebar dalam satu tahun terakhir. Saya orang Iran dan saya tidak mengambil langkah yang membahayakan tanah air saya."

Seorang pejabat Amerika mengatakan kepada BBC: "Sangat tidak mungkin seseorang mengatakan Amerika Serikat menyiksa orang untuk mengatakan dia dipaksa membelot -atau apapun. Itu bukan cara kami bekerja."

Pada bulan Maret jaringan televisi ABC menurunkan laporan mengutip pejabat Amerika yang menolak diidentifikasi yang mengatakan bahwa Amiri telah membelot dan membantu negara itu mengumpulkan data rahasia program senjata nuklir.

Para pejabat itu mengindikasikan bahwa dia memberi informasi berharga tentang program nuklir Iran, antara lain pusat pengayaan sentrifugal di kota Qom yang baru-baru ini terungkap.

Fasilitas rahasia itu terungkap bulan September tahun lalu, hanya beberapa hari sebelum pertemuan antara Iran dan lima anggota permanen Dewan Keamanan PBB.

Amerika Serikat dan sekutunya yakin Iran mencoba membuat senjata nuklir, namun Teheran membantah tuduhan itu.

     (bbc/bbc)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads