Tinjau Operasional KDMP, Ahmad Luthfi Pastikan Manfaatnya bagi Warga
Bangun Indonesia

Ayo, tingkatkan partisipasi kita dalam pembangunan bangsa dan wujudkan impian Indonesia yang lebih baik!

Tinjau Operasional KDMP, Ahmad Luthfi Pastikan Manfaatnya bagi Warga

Angelina Vioni
Selasa, 20 Okt 2026 19:33 WIB
Ahmad Luthfi
Foto: dok. Pemprov Jateng
Jakarta - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meninjau operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di dua lokasi. Kedua lokasi tersebut yakni KDMP Bergas Kidul di Kabupaten Semarang dan KDMP Banyudono di Kabupaten Boyolali.

Dalam kunjungan tersebut, Luthfi menegaskan agar keberadaan koperasi dipromosikan kepada masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh warga desa. Ia juga menekankan peran KDMP sebagai penguat swasembada pangan sekaligus offtaker atau pembeli produk lokal dan UMKM setempat.

"KDMP adalah aset desa, jadi harus dirawat, masyarakat harus diworo-woro atau dikasih tahu kalau sudah operasional. Masyarakat harus tahu bahwa ini juga untuk kepentingan desa. Informasikan kalau di KDMP itu menjual bahan pokok penting dengan harga murah," kata Luthfi, dalam keterangan tertulis, Selasa (20/10/2026).

KDMP yang telah beroperasi juga diharapkan dapat menjadi acuan bagi koperasi lain yang belum beroperasi. Koperasi tersebut dapat menjadi tempat belajar mengenai tata kelola, sistem kerja, hingga pola kerja sama dengan UMKM lokal melalui skema konsinyasi.

"Manajer-manajer dan pengurus yang KDMP-nya belum beroperasi bisa belajar ke sini yang sudah operasional. Jangan sampai yang belum beroperasi manajernya nganggur," paparnya.

Luthfi juga menekankan peran penting koperasi sebagai penguat swasembada pangan, terutama di desa-desa yang memiliki kearifan lokal dan potensi berbeda-beda.

"Potensi desa harus digalang, KDMP merupakan off taker daripada produk-produk desa, termasuk di dalamnya adalah hasil pangan dan UMKM," ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah per 19 Oktober 2026, sebanyak 8.523 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah terbentuk di Jawa Tengah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.427 koperasi atau 63% telah beroperasi, sedangkan sebanyak 3.096 koperasi atau 37% lainnya masih dalam tahap persiapan.

Sementara itu, jumlah gedung KDKMP yang telah terbangun di Jawa Tengah tercatat mencapai 5.895 gedung.

Dari sisi kepemilikan gerai, pengembangan usaha KDKMP di Jawa Tengah cukup beragam. Sebanyak 4.432 KDKMP memiliki satu gerai, 749 KDKMP memiliki dua gerai, 175 KDKMP memiliki tiga gerai, 28 KDKMP memiliki empat gerai, 39 KDKMP memiliki lima gerai, tiga KDKMP memiliki enam gerai, dan satu KDKMP memiliki tujuh gerai.

Luthfi mengakui masih ada beberapa kendala yang dihadapi oleh KDMP sehingga belum dapat beroperasi. Salah satunya adalah infrastruktur dan sarana prasarana yang belum lengkap. Misalnya, ada KDMP yang terkendala pada pasokan listrik, belum memiliki kendaraan operasional, hingga barang dagangan yang belum tiba.

"Ya, memang kita harus berjenjang dan berkelanjutan. Kenapa kita lakukan pengecekan agar kita dapat evaluasi kurangnya apa," paparnya.

Salah seorang warga Desa Banyudono, Sri Mulyani, mengaku memilih belanja di KDMP karena harga bahan pokok yang dijual lebih murah dan terjangkau. Ia mencontohkan harga minyak goreng di pasaran sekitar Rp22 ribu, sedangkan di KDMP hanya Rp16 ribu. Selain harganya yang lebih murah, lokasi KDMP juga lebih dekat dari rumahnya.

"Harapannya, dengan adanya KDMP ini, apa saja murah sehingga kebutuhan di rumah dapat terpenuhi," pungkasnya. (prf/ega)

Berita selengkapnya tentang Kunjungi

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini