Jateng Raih Terbaik 3 PPD 2026, Speling Jadi Salah Satu Program Unggulan
Bangun Indonesia

Ayo, tingkatkan partisipasi kita dalam pembangunan bangsa dan wujudkan impian Indonesia yang lebih baik!

Jateng Raih Terbaik 3 PPD 2026, Speling Jadi Salah Satu Program Unggulan

Angelina Vioni
Rabu, 30 Sep 2026 19:44 WIB
Pemprov Jateng
Foto: Dok. Pemprov Jateng
Jakarta - Perencanaan pembangunan Jawa Tengah kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Dalam Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2026, Jawa Tengah meraih peringkat terbaik ketiga untuk kategori pemerintah provinsi.

Penghargaan tersebut diterima Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), yang mewakili Gubernur Ahmad Luthfi di Kantor Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Jakarta, Rabu (30/9).

Capaian serupa juga diraih oleh sejumlah kabupaten/kota di Jawa Tengah. Kabupaten Kendal berhasil meraih terbaik 1 kategori kabupaten, sedangkan Kota Pekalongan menempati terbaik 3 kategori kota.

Gus Yasin mengatakan penghargaan tersebut menjadi bukti pentingnya sinkronisasi antara perencanaan pembangunan daerah dan pemerintah pusat. Namun, yang lebih penting, perencanaan tersebut harus berujung pada manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.

"Ini bentuk kolaborasi, sinkronisasi antara perencanaan pembangunan daerah dengan perencanaan pembangunan pusat," kata Gus Yasin, dalam keterangan tertulis, Rabu (30/9/2026).

Salah satu program unggulan yang menjadi bagian dari perencanaan Jawa Tengah dalam PPD 2026 adalah Dokter Spesialis Keliling (Speling). Program ini dirancang untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, terutama layanan dokter spesialis.

Gus Yasin menyebut Speling juga menjadi penguatan terhadap program pemerintah pusat.

"Ini selaras dengan pemerintah pusat yaitu cek kesehatan gratis. Lalu kita kuatkan dengan spesialisnya," ujarnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Tengah, Yusmanto, menjelaskan penilaian PPD tidak hanya berfokus pada dokumen perencanaan. Penilaian mencakup rangkaian pembangunan, mulai dari penyusunan dokumen, pencapaian pembangunan, pelaksanaan program, hingga inovasi daerah.

"Ini adalah bentuk penghargaan yang mulai dari proses perencanaan, penyusunan dokumen, pencapaian pembangunan dan eksekusi ataupun terkait dengan inovasi daerah," kata Yusmanto.

Menurut Yusmanto, proses penilaian PPD berlangsung cukup panjang. Tahapannya dimulai sejak Februari melalui pengunggahan dokumen, kemudian dilanjutkan dengan proses penilaian hingga Agustus.

Tahun ini, tahapan penilaian juga bertambah menjadi tiga tahap. Pada dua tahapan terakhir, Gubernur Ahmad Luthfi memimpin langsung tim Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng untuk menjawab pertanyaan dari tim penilai.

Yusmanto mengatakan capaian tersebut menunjukkan pembangunan tidak cukup hanya direncanakan dengan baik di atas dokumen. Namun, perencanaan harus mampu diterjemahkan menjadi pembangunan yang memberikan manfaat nyata.

"Yang penting ke masyarakat," tegasnya.

Yusmanto mencontohkan pembangunan inklusif Jawa Tengah diarahkan agar pertumbuhan ekonomi berdampak pada penyediaan lapangan pekerjaan. Selanjutnya, perluasan lapangan kerja diharapkan berkontribusi terhadap penurunan kemiskinan dan kesenjangan antarwilayah maupun antarpeduduk.

Capaian dalam PPD 2026 tersebut sekaligus menambah rekam jejak Jawa Tengah dalam meraih penghargaan pembangunan daerah. Pada PPD 2026, sebanyak 38 provinsi, 334 kabupaten, dan 86 kota berpartisipasi.

Menteri PPN/Bappenas, Rachmat Pambudy, mengatakan PPD yang telah digelar sejak 2011 bukan sekadar ajang pemberian penghargaan. Menurutnya, penghargaan tersebut harus menjadi pemacu bagi pemerintah daerah untuk terus memperbaiki kualitas pembangunan.

"Penghargaan yang sederhana itu bukan hadiah, tetapi pemacu supaya bekerja lebih keras lagi," pungkas Rachmat.

(akn/ega)
Berita selengkapnya tentang Kunjungi

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini