Gibran dan Luthfi Tinjau Pasien Dugaan Keracunan MBG di Batang
Bangun Indonesia

Ayo, tingkatkan partisipasi kita dalam pembangunan bangsa dan wujudkan impian Indonesia yang lebih baik!

Gibran dan Luthfi Tinjau Pasien Dugaan Keracunan MBG di Batang

Annisa Sekar Melati
Senin, 28 Sep 2026 15:38 WIB
Gibran dan Luthfi Tinjau Pasien Dugaan Keracunan MBG di Batang
Foto: Pemprov Jateng
Jakarta - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau langsung pasien terdampak dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Batang. Dalam kunjungan tersebut, Gibran maupun Luthfi mendatangi para pasien satu per satu untuk berdialog menanyakan kondisi mereka.

Kunjungan simpati ini dilakukan di tengah proses penanganan ratusan penerima manfaat MBG yang mendadak mengalami gejala keracunan masal. Data terbaru per hari ini pukul 07.00 WIB mencatat jumlah korban terdampak telah mencapai lebih dari 700 orang. Sebagian besar warga kini telah menjalani rawat jalan dan diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.

Meski demikian, sebanyak 34 pasien terpantau masih harus menjalani perawatan di fasilitas kesehatan setempat. Puluhan warga tersebut tersebar di RSUD Batang, RSUD Limpung, serta Puskesmas Bawang. Mayoritas korban yang dirawat mengeluhkan serangkaian gejala medis seperti pusing, mual, diare, hingga sakit perut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Ida Susilaksmi mengungkapkan para pasien yang dirawat terus menunjukkan perkembangan kondisi yang positif.

"Dari laporan semua fasilitas kesehatan yang saat ini sedang merawat, semua pasien dalam kondisi terhidrasi dan sudah dalam pemulihan," kata Ida pada keterangan tertulisnya, Senin (28/9/2026).

Observasi ketat terus dilakukan oleh dokter penanggung jawab guna memastikan kesiapan pasien untuk segera dipulangkan.

Ida menambahkan para penerima manfaat program nasional ini sejatinya berasal dari kelompok demografi yang sangat beragam. Selain menargetkan peserta didik dari jenjang PAUD hingga SMA, distribusi program ini juga menyasar balita dan ibu hamil.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Zulfachmi Wahab memastikan seluruh penanganan kasus dilakukan sesuai prosedur operasional standar. Saat muncul indikasi keracunan, petugas puskesmas terdekat langsung terjun ke lokasi serta mendatangi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Tim medis juga langsung mengamankan berbagai sampel untuk keperluan pengujian laboratorium.

Penyebab pasti munculnya gejala masal tersebut hingga saat ini belum dapat disimpulkan oleh pihak berwenang.

"Sampelnya baik air, makanan dan bahan makanan yang disajikan. Kalau ada muntahan, kita periksa muntahannya," katanya.

Pengujian komprehensif ini krusial untuk melacak sumber bakteri atau zat pemicu keracunan secara akurat.

Petugas di lapangan turut melakukan inspeksi sanitasi lingkungan, memeriksa kelengkapan dokumen, penggunaan alat pelindung diri, hingga peralatan kerja di SPPG. Padahal pada umumnya, para penjamah makanan tersebut dilaporkan telah mendapat pelatihan khusus terkait pengolahan serta mitigasi keracunan.

Pemerintah kini masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap seluruh sampel yang telah dikirim ke Yogyakarta. Sembari menunggu proses investigasi rampung, operasional SPPG Bawang terpaksa dihentikan sementara selama 30 hari ke depan. Adapun penanganan teknis operasional SPPG tersebut kelak akan menjadi kewenangan penuh Badan Gizi Nasional.

Lihat juga Video '12 Murid SMPN 1 Tabulahan Mamasa Alami Mual-Pusing Seusai Santap MBG':

(ega/ega)

Berita selengkapnya tentang Kunjungi

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini